nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Miliki Keunikan, Menparekraf Wishnutama Sebut Wisata Kesehatan Tambah Devisa Negara

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 18:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 19 481 2131897 miliki-keunikan-menparekraf-wishnutama-sebut-wisata-kesehatan-tambah-devisa-negara-A7jPqOa61q.jpg Menparekraf Wishnutama (Foto: Kemenpar)

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama membuat pola perjalanan wisata kesehatan di Indonesia. Upaya ini merupakan langkah untuk mewujudkan Indonesia sebagai destinasi wisata kesehatan dunia.

Sebelumnya pada tahun 2017 telah dilakukan penandatangangan MoU dan Perjanjian Kerja Sama terkait wisata kesehatan. Implementasi dari kerja sama tersebut adalah diluncurkannya dua buku yakni Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran dan Katalog Wisata Kesehatan.

Buku tersebut telah disusun sejak 2018 dengan masing-masing kementerian bertanggung jawab terhadap satu buku Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio, kedua buku dapat menjadi panduan bagi stake holder guna mengembangkan wisata kesehatan.

 Foto bersama

Ditemui Okezone dalam acara Peluncuran Buku Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran dan Katalog Wisata Kesehatan, Selasa (19/11/2019), Wishnutama mengatakan ke depannya tren wisata akan bermacam-macam. Hal ini dikarenakan setiap wisatawan memiliki tujuannya masing-masing. Maka dari itu, sudah tidak bisa lagi hanya berbicara pariwisata secara umum.

"Tujuan traveling itu berbagai macam, termasuk wisata kesehatan. Oleh karenanya pemikiran harus dikembangkan dan penawaran unik. Misalnya treatment tradisional, pengobatan tertentu, keunikan menjadi kata kunci dalam tujuan wisata," ujar Menparekraf Wishnutama di Jakarta.

 Laki-laki pakai jas

Ditambahkan olehnya, keunikan yang dirasakan wisatawan menjadi pengalaman tak terlupakan. Pengalaman juga menjadi aspek penting untuk strategi promosi pariwisata. Sebab wisatawan dapat menceritakan pengalamannya kepada orang lain.

"Pada era digital ini, pengalaman di-sharing ke khalayak ramai, mau yang positif maupun negatif. Tadi pagi saya mendengar pandangan dari para expert di bidang pariwisata. Menurut mereka kita harus ke era quality tourism, yang bisa membawa devisa untuk negara ini," kata Wishnutama.

Pariwisata yang berkualitas dapat memberikan dampak positif kepada negara. Dengan begitu, kepedulian terhadap budaya, alam, dan pelestariannya menjadi lebih tinggi.

Menparekraf Wishnutama mengungkapkan wisata kesehatan yang memiliki empat klaster yaitu wisata medis, wisata kebugaran dan jamu, wisata olahraga yang mendukung kesehatan, serta wisata ilmiah kesehatan, dapat mendukung pariwisata berkualitas.

 Lorong

"Pengaruh ke length of stay dan jumlah spend money. Saat merasa positif, wisatawan makin lama tinggal dan makin banyak mengeluarkan uang. Contoh New Zealand yang jumlah kunjungan wisatawan hanya 4 juta orang, tapi spend money-nya hampir 5 juta dolar karena sangat menjaga experience wisatawan dari segi alam," kata Wishnutama.

Dirinya tidak memungkiri bila wisata kesehatan merupakan suatu hal yang baru dan masih perlu dipelajari untuk melihat potensi serta hal-hal yang bisa ditingkatkan.

Caranya bisa melihat dan belajar dari negara-negara yang kurang lebih menerapkan hal sama. Contohnya Penang, Malaysia yang sudah lebih dulu menjadi destinasi wisata kesehatan. Namun, walaupun belajar dari negara lain tetap harus memberikan sesuatu yang unik.

"Belum tentu semuanya sama karena yang ada di Indonesia unik juga. Keunikan itu 'kan kunci dari pariwisata sehingga jadi daya tarik. Misalnya seperti Pak Menkes tadi sampaikan kita ada stem cell, q cell, dan lainnya, saya kira itu unik," ucap Wishnutama.

 Laki-laki duduk

Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Kesehatan Letjen TNI (Purn) Dr. dr Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) saat ditemui dalam acara yang sama.

"Suatu yang unik yang tidak ada di tempat lain menjadi daya tarik, itu yang menjadi kelebihan daripada pariwisata secara umumnya," pungkas Menkes Terawan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini