nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspada, Orang Bertubuh Tinggi Lebih Berisiko Terkena Gangguan Irama Jantung!

Nur Fadila Wahyuni, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 05:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 19 481 2131925 waspada-orang-bertubuh-tinggi-lebih-berisiko-terkena-gangguan-irama-jantung-ZmWjjVS2ZB.jpg Orang bertubuh tinggi lebih berisiko terkena gangguan irama jantung (Foto : Mirror)

Anda merasa memiliki tubuh yang tinggi? Jika iya, maka harus mewaspadai risiko gangguan irama jantung.

Atrial Fibrilasi (AFib) atau gangguan irama jantung yang ditandai dengan denyut jantung tidak beraturan dan cepat. Penderita akan merasakan gejala lemas, jantung berdebar, dan sesak napas.

Menurut temuan yang dipresentasikan di Sesi Ilmiah 2019 American Heart Association di Philadelphia, ada hubungan kuat antara varian genetik yang terkait dengan tinggi badan dan risiko seseorang untuk mengalami gangguan irama jantung.

Gangguan Irama Jantung

Dalam penelitian tersebut menemukan. orang bertubuh tinggi mempunyai risiko yang lebih lebih besar terkena gangguan irama jantung. Setiap kenaikan satu inci tingginya berarti sekitar tiga persen peningkatan risiko gangguan irama jantung.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang terkenanya gangguan irama jantung. Faktor risiko tersebut di antaranya tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.

Tim Penn meneliti lebih lanjut dengan memanfaatkan data dari Investigasi Genetik Percobaan Antropometrik (GIANT), dan memeriksa data dari konsorsium Genrial Fibrillation Genetics (AFGen). Mereka mengungkapkan bahwa varian genetik yang terkait dengan tinggi badan juga sangat terkait dengan gangguan irama jantung. Peningkatan tinggi badan dapat menjadi penyebab gangguan irama jantung.

Gangguan Irama Jantung

Dari sana, para peneliti menggunakan metode statistik serupa untuk melakukan analisis tingkat individu dari hampir 7.000 orang yang terdaftar di Penn Medicine Biobank.

"Analisis ini menunjukkan kita dapat menggunakan genetika manusia untuk membantu lebih memahami faktor-faktor risiko penyebab penyakit umum," kata penulis senior studi tersebut Scott Damrauer, MD, asisten profesor Bedah di Penn Medicine dan ahli bedah vaskular di Kopral Michael J Pusat Medis Crescenz VA.

Orang Tinggi

“Mereka juga mengilustrasikan bagaimana kita dapat menggabungkan ringkasan dari data penelitian besar yang diterbitkan biobank untuk meningkatkan pemahaman kita terhadap penyakit manusia,” tambah Damrauer.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini