nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Cuci Darah Tak Perlu Lagi Pakai Surat Rujukan

Selasa 19 November 2019 20:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 19 481 2131952 iuran-bpjs-kesehatan-naik-cuci-darah-tak-perlu-lagi-pakai-surat-rujukan-IOVeLYShR1.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KENAIKKAN iuran BPJS Kesehatan jadi salah satu solusi memangkas defisit. Bukan itu saja BPJS Kesehatan juga berupaya memperbaiki pelayanan kesehatan di setiap fasilitas kesehatan (faskes).

Data per 31 Oktober 2019, terdapat 2.520 rumah sakit yang bermitra dengan BPJS Kesehatan. Sebagian besar didominasi oleh rumah sakit swasta, diikuti dengan RSUD, rumah sakit di Kementerian Kesehatan, Polri, TNI, serta rumah sakit di bawah BUMN.

BPJS Kesehatan pun bersepakat dengan Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) dalam memperbaiki pelayanan kesehatan. Ada tiga komitmen yang menjadi tolak ukur perbaikan pelayanan kesehatan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, perbaikan sistem pelayanan dimulai dari memangkas antrean di rumah sakit, penambahan ketersediaan display kamar di rumah sakit, serta perbaikan sistem pelayanan pada pasien hemodialisa gagal jantung.

serta perbaikan sistem pelayanan pada pasien hemodialisa gagal jantung.

"Tahun 2020 setiap rumah sakit diimbau untuk menyediakan sistem pelayanan kesehatan berbasis teknologi (online). Baik itu untuk sistem antrean elektronik, display kamar rawat inap dan hemodialisa pakai fingerprint," ucap Fachmi di Gedung BPJS Kesehatan, Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2019).

Fachmi menambahkan, dari 2017 sampai 2019 belum semua rumah sakit punya sistem antrean elektronik di rumah sakit. Akibatnya muncul beragam keluhan dari masyarakat terkait antrean berobat di rumah sakit, yang dinilai sangat lama.

Belum lagi kalau jadwal dokter tidak jelas, sehingga harus menunggu lebih lama dan tidak pasti. Keluhan ini sejak dulu hingga sekarang masih dialami peserta JKN-KIS saat berobat.

Di samping itu, sambung Fachmi, display kamar di rumah sakit dianggap tidak transparan. Seakan-akan pasien merasa ditolak di suatu rumah sakit saat harus menghadapi pelayanan rawat inap.

Maka, setiap rumah sakit mitra BPJS Kesehatan diimbau menyediakan informasi display ketersediaan tempat tidur perawatan. Baik itu di ruang perawatan biasa maupun intensif, yang dapat diakses oleh peserta JKN-KIS.

Fachmi melanjutkan, khusus pasien gagal ginjal kronik yang melakukan hemodialisa, tak perlu lagi membawa surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Pasien cukup melakukan fingerprint saja setiap mau cuci darah.

Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Pasien cukup melakukan fingerprint saja setiap mau cuci darah.

"Pasien jadi mudah mengakses layanan cuci darah, tanpa repot-repot lagi mengurus surat rujukan dari FKTP, yang harus diperpanjang tiap tiga bulan sekali," terang Fachmi.

Saat penyesuaian tarif iuran awal 2020, likuiditas BPJS Kesehatan jadi lebih baik. Rumah sakit maupun pasien tak perlu khawatir dan kecewa.

"Pembayaran ke rumah sakit tetap rutin, cash flow terpelihara, kewajiban bayar kepada tenaga kesehatan selalu terpenuhi. Begitu juga dengan alat kesehatan dan pembayaran kepada distributor obat akan terpenuhi," kata Fachmi.

Ketua Umum PERSI Pusat Kuntjoro Adi Purjanto menilai, rumah sakit menjadi tempat publik dengan pelayanan yang rumit dibandingkan dengan tempat lain. Makanya upaya yang dilakukan BPJS Kesehatan sangat tepat, seiring dengan penyesuaian tarif iuran.

"Upaya ini dapat meminimalisir risiko ketika antrean panjang. Selain itu, pelayanannya dapat memenuhi standar medis dan dirasakan nyaman oleh pasien," ucap Kuntjoro.

Dia juga berharap, upaya ini juga dapat memudahkan rumah sakit untuk fokus memberikan layanan kepada pasien. Cara ini dinilai lebih efisien dan tidak merugikan masyarakat. Kalau terjadi penolakan pasien di rumah sakit, Kuntjoro meminta langsung laporkan kejadian tersebut kepada Persi.

“Kalau rumah sakit menolak pasien, jangan diviralkan agar citranya tidak jelek. Laporkan saja kepada Persi," kata Kuntjoro

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini