nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melati Wisjen, Melati yang Wangikan Lingkungan Bali

Selasa 19 November 2019 17:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 19 557 2131857 melati-wisjen-melati-yang-wangikan-lingkungan-bali-mUzfzyYe9N.jpg foto: Okezone

BALI - Melati Wisjen memulai perjuangannya enam tahun lalu. Perjuangan itu benar-benar diawali dari tindakan kecil ketika dia bersama adiknya, Isabel Wisjen, berjalan di pantai menemukan sampah plastik di sepanjang pesisir.

Kala itu, bukanlah hal sulit menjumpai sampah plastik berserakan di sepanjang pantai di Bali. Ironisnya, pantai-pantai itu ramai dikunjungi wisatawan yang datang ke Bali karena keindahan alamnya.

Di usia 12 tahun saat itu, Melati bertanya-tanya bagaimana membersihkan pantai-pantai itu dari sampah plastik. Dia dan Isabel mencoba mencari jawabannya melalui mesi pencarian Google.

Dari situ, dia mendapat jawaban bahwa 40 negara sudah melarang penggunaan kantong plastik atau biasa disebut tas kresek. "Kita lalu berpikir kalau 40 negara itu bisa, kita juga bisa. Indonesia pasti bisa," ujar Melati.

Di awal perjuangannya, Melati dan Isabel membuat petisi online untuk mendapatkan dukungan dari warga, tidak hanya dari lokal, nasional, tetapi juga dunia internasional. Hebatnya, dalam waktu 24 jam, mereka sukses mendapatkan 6.000 dukungan.

Setelah mendapat dukungan, Melati dan Isabel mendirikan Bye Bye Plastic Bag. "Kita tidak punya uang, hanya semangat agar Bali bisa bebas sampah plastik," tandas Melati.

Pada awal perjuangannya, mereka bergerak ke sekolah-sekolah untuk mengajak rekan-rekan seusia mereka agar peduli terhadap sampah plastik.

 ist

Bye Bye Plastic Bags telah berbicara dengan 55.000 pelajar dan mahasiswa di seluruh dunia untuk membagi pengalamannya. "Kami punya fokus yang kuat pada pendidikan dan berbagi dengan kaum muda," ujar Melati.

Setiap tahun, Bye Bye Plastic Bag juga menggerakkan 45.000 orang dalam satu hari dalam gerakan membersihkan pantai (beach clean up). Ini tercatat sebagai aksi terbesar di Bali dan sudah berjalan selama empat tahun berturut-turut.

Perjuangan itu membawa Melati dan Isabel diundang Perserikatan Bangsa Bangsa untuk berbicara di hadapan pemimpin dunia saat World Ocean Day 2017. Pada tahun yang sama, Melati dan Isabel memenangkan Bambi Award di Berlin, Jerman.

Enam tahun berjuang, Melati dan Isabel mencapai hasil yang luar biasa menyusul terbitnya Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang pembatasan sampah plastik sekali pakai, mulai kantong plastik, tas kresek, sedotan dan styrofoam.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini