nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Anak Sedunia, Ini 9 Rahasia Pola Asuh agar Tumbuh Cerdas dan Berbakti

Nisya Indah Putri, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 12:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 20 196 2132146 9-rahasia-pola-asuh-anak-agar-tumbuh-cerdas-dan-berbakti-pada-orangtua-sOwtw02rau.jpg Pola asuh ibu dan anak (Foto: Huffingtonpost)

ANAK memang memberikan rasa sukacita bagi keluarga baru. Namun ketika ia mulai tumbuh dan menunjukkan tanda-tanda melawan, maka hal itu jadi sangat sulit bagi orangtua. Karenanya, diperlukan perlakuan atau pola asuh yang tepat agar anak tumbuh cerdas dan berbakti pada orangtua.

Jadi, bagaimana baiknya cara pola asuh yang tepat? Berikut ulasannya melansir AsiaOne, Senin (18/11/2019)

1. Anak terlihat menjengkelkan?

Pakar perkembangan anak mengatakan bahwa anak kecil secara kognitif tidak mampu bersikap kejam atau jahat. Di sisi lain, orangtua yang bersikap tidak sabar terhadap anak akan cenderung berperilaku kurang baik, oleh karena itu sang anak mungkin juga akan salah memahami maksud Anda sehingga menyebabkan anak berperilaku kurang baik.

Pakar pendidikan anak usia dini, Patricia Koh, mengatakan "Bersama bayi dan anak-anak adalah hal yang menyenangkan. Mereka biasanya tidak akan berperilaku buruk jika orang dewasa mampu memahami dan memenuhi apa yang mereka butuhkan"

 Ibu dan anak

2. Ingatlah dia masih kecil

Jangan lupa bahwa anak kecil sama seperti orang dewasa. Mereka juga memiliki perasaan atau bertingkah ketika mereka lelah, lapar, bosan atau mereasa sakit. Bersikaplah realistis tentang kebutuhan anak Anda, dan pahami mengapa ia bertingkah.

"Tidak masuk akal untuk mengharapkan seorang anak berusia dua tahun untuk duduk diam selama 10 jam pada acara pernikahan, layanan gereja atau konser tanpa menuntut perhatian dari orangtua," kata Patricia.

3. Jauhkan dari ucapan nakal

Jangan memberi tahu bahwa dirinya "nakal". Ucapan seperti itu tidak mendorong perilaku yang baik. Ketika ucapan tersebut digunakan terlalu sering, anak mungkin berpikir bahwa Anda memberi label karakternya dengan kelakuan buruknya.

4. Banyak aturan

Memenuhi kebutuhan si kecil tidak berarti memanjakan dirinya. Jika Anda menyerah setiap kali dia berteriak, menendang atau memukul, dia akan belajar bahwa ini adalah cara yang efektif untuk mendapatkan apa yang dia inginkan dan akan terus melakukannya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.

Menurut penelitian, tahun-tahun awal seorang anak sangat penting dalam hal membangun perilaku. Seiring bertambahnya usia anak Anda dan mampu berpikir lebih mandiri, ia dapat dibiarkan mengeksplorasi dan membuat lebih banyak keputusan untuk dirinya sendiri, terutama jika Anda telah menetapkan batasan.

 Ibu dan anak

5. Menerapkan hukum sebab dan akibat

Taktik disiplin yang dianjurkan oleh American Academy of Pediatrics (AAP) adalah membiarkan konsekuensi akan kelakuan buruk yang anak lakukan. Cara seperti ini tidak membujuk anak Anda keluar dari situasi yang sulit dan anak akan lebih memahami nilai atau makna yang diberikan.

6.  Alihkan kecemasan

Jika anak Anda merengek bahkan menangis tanpa henti, jangan dibiarkan begitu saja. Coba alihkan kecemasan yang dialaminya dengan hal lain agar berhenti menangis. Gunakan pendekatan pengalih perhatian agar kebiasaan tantrum itu tak berlanjut.

7. Hindari hukuman fisik

Hukuman fisik dapat meninggalkan beban psikologis abadi pada anak. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang dipukul lebih mungkin tumbuh dan rentan depresi, minum alkohol, pemarah, berbuat jahat atau kekerasan.

Ibu dan anak

8. Disiplin adalah tentang cinta

Jika Anda merasa stres dan mulai kehilangan kesabaran, luangkanlah waktu untuk mengontrol pikiran dan emosi sebelum mengatasi kesalahan pada anak Anda. Tawarkan pelukan pada akhirnya untuk meyakinkan anak Anda bahwa Anda mencintainya. Bagaimanapun, disiplin yang sehat berasal dari cinta Anda untuk si kecil.

9. Semua orang di sekitarnya harus satu suara

Seringkali dalam suatu keadaan, Ibu berkata "tidak", Ayah berkata "mungkin" dan Nenek berkata "ya". Jadi siapa bosnya? Anak anda akan mencari tahu siapa tautan terlemahnya untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Pola asuh yang berhasil adalah tentang konsistensi. Semua orang yang ada di sekitar anak Anda harus satu suara dengan orangtua agar anak mengerti mana yang baik dan mana yang buruk.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini