nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Autisme Mengamuk, Begini Cara Mengatasinya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 21 November 2019 06:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 20 196 2132444 anak-autisme-mengamuk-begini-cara-mengatasinya-zrFZaFjlkF.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MENGHADAPI anak pengidap autisme memang tidak semudah yang dibayangkan. Diperlukan kesabaran dan skill khusus agar bisa menangani anak tersebut dengan tepat. Sulitnya anak dalam berkomunikasi dan mengungkapkan ekspresinya menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua dalam membimbing anaknya.

Autisme atau biasa disebut Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan otak yang memengaruhi kemampuan penderitanya dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Biasanya perilaku anak menjadi sulit ditebak, bahkan dalam beberapa kasus banyak anak yang gemar mengamuk dengan sendirinya.

 Anak menangis

Hal ini pun dibenarkan oleh Ortopedagog dan Co-Founder Drisana Center, Nuryanti Yamin, ia mengatakan anak dengan autisme memang kerap mengamuk. Jika sudah mengamuk maka orangtua harus sabar menghadapinya dan harus jeli dalam melihat situasi. Jangan sampai, tindakan yang dilakukan orangtua justru akan memperburuk keadaan.

“Kalau anak mulai tantrum (kondisi anak saat meluapkan emosinya) dan ada orangtuanya, maka kita tidak perlu berempati. Pasalnya ada beberapa anak autisme yang memang memerlukan ruang untuk dia tantrum. Kondisi seperti ini tidak bisa disembuhkan dengan cara dipeluk, namun orangtua bisa mendiamkannya sambil terus memantaunya,” terang Nuryanti, saat diwawancarai Okezone di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2019).

Orangtua diwajibkan untuk selalu memerhatikan anaknya ketika sedang tantrum, pasalnya anak dapat melakukan tindakan yang tidak disangka terhadap orang yang ada di sekitarnya. Masyarakat juga diimbau untuk tidak menonton anak yang sedang tantrum di area publik karena hal tersebut bisa menyebabkan stres pada anak meningkat.

Kadang kala ada pula anak autis yang suka memukul-mukul, apalagi jika tidak ada anggota keluarga di sekitarnya. Jika sudah seperti ini, alangkah baiknya jika anak tersebut dipindahkan menuju ruangan yang cukup sepi. Jangan lupa hindari pula beraneka macam barang berbahaya untuk menghindari tindakan pelemparan.

“Beri mereka ruang yang kosong dan cukup nyaman. Anda hanya cukup melihat sampai emosi anak tersebut mereda atau diam nangisnya. Sesudah situasi aman, barulah kita mendekatinya. Namun jika sang anak sudah terlalu agresif terhadap orang, upaya yang bisa diambil adalah memegangi tangannya. Tapi alangkah baiknya anak tersebut tidak dipeluk, cukup dipegangi saja tangannya atau biarkan dia menyelesaikan emosinya,” tuntasnya.

Di sisi lain, Nuryanti kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak mengerumuni anak autisme yang sedang mengamuk. Pasalnya hal itu bisa membuatnya semakin takut dan tidak nyaman, meskipun seseorang melemparkan senyum kepadanya, namun hal itu tetap tidak efektif karena penderita autisme tidak mampu membaca gesture.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini