nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Viral Kasus Pelemparan Sperma, Dokter: Pelaku Eksibisionis Alami Gangguan Jiwa!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 09:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 20 481 2132080 viral-kasus-pelemparan-sperma-dokter-pelaku-eksibisionis-alami-gangguan-jiwa-1grCKYjTAp.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BELUM lama ini terjadi kasus tak biasa di Tasikmalaya, Jawa Barat. Pelaku melakukan pelemparan sperma kepada seorang wanita.

Kejadian ini terungkap setelah seorang perempuan mengabadikan momen saat dirinya mendapat tindakan asusila tersebut. Foto yang ia bagikan ke Facebook kemudian viral, dan pelaku pelemparan sprema pun segera ditangkap dua hari yang lalu.

Dalam keterangannya, si pelaku menjelaskan kalau kejadian itu sudah dua kali ia lakukan dan dengan niatan becanda. Pelapor menjelaskan, kalau si pelaku ini awalnya menggesek-gesekkan alat vitalnya ke jok motor.

Setelah itu si pelaku memasukkan tangannya ke dalam celana dan kemudian melemparkan sperma hasil onaninya ke korban yang ada di hadapan pelaku. Kejadian ini pun menjadi sorotan banyak pihak. Salah satunya adalah Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Barat dr. Alvina, SpKJ.

Menurut dr Alvina, apa yang dilakukan si pelaku termasuk dalam kategori ekshibisionisme

Menurut dr Alvina, apa yang dilakukan si pelaku termasuk dalam kategori ekshibisionisme. Gangguan ini adalah penyimpangan seksual (sexual deviation) yang ditandai dengan adanya perilaku memperlihatkan alat kelamin seseorang pada orang asing.

Perilaku ini dilatarbelakangi dengan adanya fantasi seksual dan dorongan seksual yang kuat yang terjadi dalam periode waktu enam bulan.

"Sama seperti gangguan jiwa lainnnya, kondisi ini bisa terjadi karena interaksi faktor biologis (seperti gen), psikologis (kondisi psikologis orang tersebut), dan sosial (seperti pola asuh dan lingkungan)," ujar dr. Alvina pada Okezone.

Penyakit ini termasuk gangguan jiwa di bawah payung gangguan parafilia, penyimpangan seksual. Bicara mengenai ciri-ciri khusus penderita, dr Alvina menerangkan, tidak ada ciri-ciri spesifik yang menandakan penderita ekshibisionisme (ekshibisionis) ini.

Menurut dr. Alvina, terdapat kemungkinan para ekshibisionis ini memiliki gangguan jiwa yang lain, kesulitan dalam bersosialisasi, serta memiliki kepercayaan diri yang rendah. "Biasanya, target ekshibisionis ialah orang asing yang ia tidak dikenal,” terang dr. Alvina.

Lebih lanjut dr Alvina menyatakan, ada dampak berkelanjutan dalam diri ekshibisionis, di antaranya yaitu sesaat merasakan kepuasan seksual dan kemudian mungkin merasa bersalah. Tapi, yang menjadikannya unik adalah dia tidak bisa menahan dorongan untuk melakukannya kembali.

Ekshibisionis dapat melakukan tindakan berulang jika mereka tidak melakukan terapi yang adekuat.

Para ekshibisionisme ini biasanya merasa berbeda, sehingga semakin menarik diri dari pergaulan sosial dan merasa malu. Ekshibisionis dapat melakukan tindakan berulang jika mereka tidak melakukan terapi yang adekuat.

"Biasanya, terapi dilakukan dengan memadukan psikofamaka (obat) dengan psikoterapi yang tentunya harus diakukan evaluasi menyeluruh apakah terdapat gangguan jiwa lain yang juga tentunya memerlukan terapi dalam bentuk lainnya,” tambah dr. Alvina.

Perlu diperhatikan bahwa orang dengan ekshibisionisme adalah orang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa atau mental yang memerlukan pertolongan secara medis. Makanya, hendaknya kita memandang orang-orang tersebut secara objektif.

Jika kita bertemu dengan orang yang memperlihatkan alat kelaminnya atau juga pada kasus pelemparan sperma, sebisa mungkin kita mengabaikan dan menjauh dari orang tersebut.

Hal penting yang mesti dicatat ialah bila timbul perasaan tidak nyaman yang menetap setelah bertemu dengan orang yang menunjukkan ciri-ciri ekshibisionis, Anda bisa mencari bantuan profesional (psikolog/psikiater) untuk berkonsultasi lebih lanjut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini