nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bayinya Meninggal 3 Jam Setelah Lahir, Ibu Ini Donorkan ASI Selama 63 Hari

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 16:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 20 481 2132260 bayinya-meninggal-3-jam-setelah-lahir-ibu-ini-donorkan-asi-selama-63-hari-b2u3N9fYZ4.jpg Sierra membagikan ASI (Foto: NYPost)

Akan menyakitkan bagi seorang ibu harus merelakan anaknya kembali pada Sang Pencipta dengan cepat. Jabang bayi yang dikandung dengan penuh cinta dinyatakan meninggal dunia sebelum orangtuanya sempat merawat.

Begitu yang dialami ibu muda satu ini. Ia harus menerima kenyataan kalau bayinya hanya bisa merasakan dunia selama 3 jam lamanya. Hal ini diakibatkan penyakit serius yang diderita si bayi.

 Perempuan bawa ASI

Dilansir dari New York Post, ibu yang berasal dari Neillsville, Amerika Serikat ini mesti kehilangan anaknya 3 jam setelah si bayi dilahirkan. Bayi tersebut didiagnosa memiliki penyakit Trisomy 18 yang ini merupakan kelainan genetik langka yang terjadi pada 1 berbanding 6.000 kelahiran hidup di dunia.

Beberapa sumber juga menjelaskan kalau penyakit ini juga kerap disebut dengan sindrom Edwards yang disebabkan oleh kromosom ekstra 18. Sampai sekarang, belum ada pengobatan yang efektif untuk penyakit ini, karena itu banyak bayi dengan penyakit ini lahir mati atau mengalami kematian dini.

Padahal, dalam keterangannya pada media, ibu muda bernama Sierra Stangfeld ini mengaku kalau anak laki-lakinya itu sangat dinantikan. Bayi tersebut pun sudah diberi nama Samuel.

Kesedihan Sierra tidak berlangsung lama. Ia kemudian berinisiasi untuk melampiaskan kesedihan itu menjadi sesuatu yang lebih bermakna bagi orang lain. Alhasil, Sierra memutuskan untuk mendonasikan ASI-nya selama 63 hari setelah ia melahirkan Samuel.

Keputusan Sierra untuk mendonasikan ASI-nya adalah sebagai bentuk cinta dia pada bayi-bayi lain yang masih hidup. Ia merasa, dengan memberikan ASI, ia seperti merasakan hidup kembali dan bermakna untuk orang lain.

"Sebelum Samuel meninggal, saya berkata pada diri sendiri bahwa saya akan memompa ASI untuk disumbangkan. Lagipula, Porter (putri Sierra) diberi susu yang disumbangkan lebih dari setengah tahun pertama kehidupannya," tulisnya di status Facebook. "Aku tidak bisa menyelamatkan hidup Samuel, tapi mungkin aku bisa menyelamatkan hidup bayi lain," sambungnya.

Sierra melanjutkan, memompa ASI ketika perasaan sedih bukan hal yang mudah. Apalagi Anda sadar kalau bayi yang harusnya menerima ASI ini adalah bayi milik orang lain, bukan anak Anda sendiri. Meski begitu, karena tekad Sierra sudah bulat, ia mengenyampingkan hal tersebut.

"Ada kalanya saya marah karena mengapa ASI saya harus dipompa ketika saya tidak punya bayi untuk disusui? Kenapa aku terbangun di tengah malam karena ini? Tapi, ada suara hati yang bilang, apa yang saya lakukan ini adalah satu-satunya hal yang menghubungkanku dengan Samuel. Saya harap dia bangga pada saya!" kata Sierra.

Curhatana Sierra ini menginspirasi orang lain. Lebih dari 1.000 komentar menanggapi unggahannya ini. Sebagian besar memuji pilihan Sierra tersebut. "Sungguh hadiah yang indah yang telah Anda berikan kepada orang lain, diri Anda dan putra Anda yang cantik," tulis satu. "Saya terinspirasi karena ini," komentar yang lain.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini