nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Keju Berkualitas Asli Boyolali yang Diburu Wisatawan Mancanegara

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 21 November 2019 13:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 21 298 2132585 ini-keju-berkualitas-asli-boyolali-yang-diburu-wisatawan-mancanegara-zzVg2l3IOB.JPG Keju Indrakila Boyolali (Foto: Dimas Andhika Fikri/Okezone)

Kabupaten Boyolali dikenal sebagai salah satu produsen susu segar terbesar di Indonesia. Saking melimpahnya, Boyolali sampai dijuluki sebagai Kota Susu.

Bagaimana tidak, jumlah populasi penduduknya saja kalah jauh dengan populasi sapi yang ada di daerah tersebut. Menyadari potensi yang dimiliki oleh daerah kelahirannya, Noviyanto memberanikan diri untuk memproduksi keju yang ia beri nama Keju Indrakila.

"Tujuan awalnya menginisiasi agar Boyolali tidak hanya identik dengan susu, tapi kreasinya menjadi lebih beragam. Maka lahirlah Keju Indrakila ini," tutur Romy Anjas Arvyanto, Manager Marketing Keju Indrakila, kepada Okezone di Boyolali, Jawa Tengah baru-baru ini.

 Keju

Mengingat proses produksi masih menggunakan teknik manual, saat ini Keju Indrakila hanya mampu memproduksi olahan keju natural. Bahan dasarnya menggunakan 99,9% susu sapi segar lokal yang kemudian dicampur dengan garam dan bakteri khusus.

Seperti diketahui, olahan keju sendiri memang terbagi dua jenis yakni, keju natural dan olahan. Romy menjelaskan, sebagian besar keju yang sering kita temukan di pasaran merupakan keju olahan. Proses produksinya jauh lebih kompleks, karena menggunakan berbagai macam bahan tambahan, termasuk keju natural.

 Keju

"Keju natural itu, pasarnya masih didominasi wisatawan asing. Masyarakat di sini masih sangat awam soal keju dan rasanya. Tapi belakangan mulai ada resto-resto lokal yang membeli keju mozarella," papar Romy.

Keju Indrakila menjual 8 olahan keju natural antara lain, keju mountain chili, keju mozzarella, keki mountain original, keju feta blackpaper, keju feta olive oil, dan boyobert yang menjadi produk andalan mereka.

Boyobert merupakan jenis keju seperti camembert, tapi sengaja diubah namanya dari gabungan kata Boyolali dan camembert. Keju ini bisa dimakan langsung atau disantap dengan biscuit cracker.

Romy mengatakan, saat ini produk Keju Indrakila belum menyentuh pasar Jakarta karena belum mampu bersaing harga dengan produsen-produsen keju raksasa.

"Tidak semua kota masuk hanya Semarang, Jogja, Wonosobo, Solo, Surabaya, Malang, Bali, Lombok, Pontianak, dan Samarinda. Proses pengirimannya, hanya menggunakan cargo atau bus travel yang sudah pasti waktu sampainya untuk menjaga kualitas keju," kata Romy.

 Keju

Lebih lanjut, Romy menjelaskan, produksi Keju Indrakila ditentukan oleh order yang diterima. Namun, mereka kini sudah memiliki pelanggan tetap. Sebulan, Romy dan Novitanyo bisa mengirim 2 ton keju natural ke Pulau Dewata Bali.

Mereka bekerjasama dengan salah seorang distributor asal Prancis, sehingga lebih mudah melakukan penetrasi kepada para ekspatriat maupun wisatawan mancanegara di sana.

"Waktu keju Boyolali muncul, rasanya memang sangat deket dengan keju impor. Sangat cocok untuk pizza," ujar Romy.

Sejak didirikan pada 2016 silam, Keju Indrakila juga membuka peluang bagi warga lokal yang ingin mempelajari lebih jauh lagi tentang produk-produk hasil kreasi susu sapi segar. Ia pun berharap ke depannya, banyak warga yang menyadari bahwa susu sapi bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

"Sekali waktu kami bikin menu-menu olahan keju yang dikasih kepada konsumen sebagai tester. Harus pelan-pelan, karena mengubah pola pikir warga agak susah. Peternak sapi di sini rata-rata sudah lansia, jadi mereka sudah terbiasa dengan cara-cara lama," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini