nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Mitos Mengerikan Seputar Aborsi, Ini Faktanya!

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 21 November 2019 18:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 21 481 2132732 5-mitos-mengerikan-seputar-aborsi-ini-faktanya-YdMzaYNL3G.jpg 5 Mitos tentang aborsi (Foto: Buzzsouh Africas)

ABORSI mungkin bagi sebagian orang merupakan suatu hal yang tabu untuk dibicarakan karena dinilai berkonotasi negatif. Di dalam dunia medis, aborsi adalah proses medis yang disengaja untuk mengakhiri kehamilan. Ada dua jenis prosedur untuk aborsi, aborsi bedah dan aborsi medis.

Terlepas dari pro dan kontra soal aborsi, di masyarakat luas sendiri banyak mitos dan fakta yang beredar seputar aborsi. Sekiranya apa saja mitos dan fakta seputar aborsi? Menyitat Betterhealth dan Sahealth, Kamis (21/11/2019) berikut paparan singkat tentang mitos dan fakta seputar aborsi.

 aborsi

1. Risiko kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan melanjutkan kehamilan

Mendengar kata aborsi, imej akan melakukan tindak medis yang berbahaya masih jadi imej yang begitu melekat di benak banyak masyarakat awam. Namun faktanya, disebutkan aborsi sangat aman ketika memang dilakukan oleh praktisi alias para tenaga ahlu yang memenuhi syarat. Penelitian terkemuka menegaskan bahwa melanjutkan kehamilan dan melahirkan memiliki risiko lebih besar untuk kesehatan perempuan daripada melakukan aborsi di usia kandungan trimester pertama.

2. Mempengaruhi tingkat kesuburan

Ini juga tidak sepenuhnya benar, sebab tindak aborsi jika yang aman dan legal jika dilakukan oleh tenaga ahli yang memang memiliki kualifikasi, sangat jarang kaitannya dengan risiko kesuburan setelah aborsi. Disebutkan, kebanyakan perempuan segera kembali ke fase kesuburan pra-kehamilan setelah aborsi. Hanya dalam persentase yang kecil, sejumlah perempuan mengalami keterlambatan dalam siklus menstruasi.

 Ilustrasi kanker payudara

3. Pemicu kanker payudara

Ada mitos yang menyebutkan bahwa tindakan aborsi bisa menjadi penyebab alias pemicu terjadinya kanker payudara. Faktanya, aborsi tidak ada hubungannya dengan kanker payudara. Aborsi tidak meningkatkan peluang seorang perempuan untuk terkena penyakit kanker payudara.

4. Pelaku aborsi hanya perempuan muda yang tidak bertanggung jawab

Eits jangan salah! Tindakan aborsi tidak melulu hanya dilakukan oleh perempuan berusia muda, sebab faktanya perempuan dari segala usia, selama memang masih dalam masa subur (usia 12 tahun hingga 50 tahun) telah memutuskan untuk melakukan aborsi sepanjang abad karena berbagai alasan. Banyak penelitian tentang pengalaman aborsi perempuan menunjukkan bahwa perempuan yang melakukan aborsi hadir dengan latar belakang dari segala usia, dengan atau tanpa anak, jenis pekerjaan, agama, tingkat pendidikan, dan status perkawinan.

5. Menyebabkan gangguan emosi dan mental

Kehamilan yang tidak direncanakan memang menyebabkan tekanan emosional bagi beberapa perempuan. Namun penelitian menunjukkan bahwa bagi kebanyakan perempuan, aborsi tidak menyebabkan konsekuensi psikologis dalam waktu yang lama. Perempuan yang sudah membuat keputusan jelas (datang dari diri sendiri bukan karena paksaan) tentang aborsi umumnya menganggap aborsi sebagai pengalaman untuk meningkatkan kesehatan. Faktanya bukan setiap proses untuk aborsi yang menyebabkan trauma, tapi perlakuan menghakimi dan perlakuan tidak baik dari orang lain lah yang sebetulnya yang dapat membuat trauma.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini