nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Milenial Lirik Tas Second dan Sewa Barang Branded, Demi Pansos Semata?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 23 November 2019 17:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 22 194 2133390 milenial-lirik-tas-second-dan-sewa-barang-branded-demi-pansos-semata-dftyEk1OmU.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Terlihat selalu up-to-date di media sosial menjadi tuntutan kebanyakan milenial sekarang. Makanya, mereka seperti berusaha untuk selalu terlihat menarik dan keren di media sosial. Upaya ini pun kerap dikaitkan dengan pansos. Milenial yang kudet akan tersingkirkan dari media sosial dan dianggap kurang 'anak muda' di era sekarang.

Karena tuntutan untuk selalu tampil cantik atau tampan di media sosial untuk pansos, tak jarang dari milenial itu mengenakan barang fashion 'kw'. Ya, yang penting dilihat selalu mengikuti zaman meski barang yang dipakai palsu.

Di sisi lain, ada juga tren membeli barang second dan sewa pakaian branded. Tapi, apakah ini juga upaya pansos?

Tas Preloved

Menjawab pertanyaan tersebut, Okezone pernah mewawancarai CEO Rentique Dea Amira dan menurutnya itu bukan karena pansos semata, tapi lebih kepada menghentikan fast fashion yang terus menyerang bumi. "Sewa baju menjadi alternatif pilihan untuk mereka yang memang ingin terlihat menarik setiap harinya, tapi di sisi lain, mereka yang tertarik menjajal cara ini juga memikirkan bahaya fast fashion cukup jahat," terangnya beberapa waktu lalu.

Lagipula, Dea menambahkan, sekali pun nyewa baju branded, barang yang dipakai tetap berkualitas bagus dan ini yang kemudian membuat milenial tertarik buat menjajalnya. Sebatas pantas, rasanya bagi Dea tidak.

Tas Preloved

Ia melanjutkan, sewa baju branded dipilih milenial juga karena kebanyakan dari mereka merasa tidak punya baju di lemari padahal punya banyak. Perasaan ini muncul setelah mereka sadar kalau pakaian yang mereka punya kualitasnya nggak oke dan efek bosan.

"Jadi, sewa baju juga dipilih karena milenial kecewa dengan kualitas yang ditawarkan fast fashion. Sekali lagi, ini bukan tentang pansos, tapi lebih pada kesadaran akan pentingnya menjaga bumi lewat baju yang dibeli," tambahnya.

Sementara itu, Okezone juga pernah mewawancarai sosialita sekaligus pemilik butik barang preloved-branded Marisa Tumbuan dan menanyakan isu apakah sosialita membeli barang preloved demi pansos semata. So, apa jawabannya?

Menurut Marisa, para sosialita membeli barang branded second karena nilai bisnisnya yang menggiurkan. Ya, ketika Anda punya tas branded yang keluaran lama, sulit ditemukan, dan kualitas masih oke, barang tersebut akan dihargai dengan nominal yang sangat besar.

"Sosialita sekarang nggak masalah pakai barang preloves. Mereka sudah semakin terbuka pemikirannya mengenai barang ini. Lagipula, kalau memang kualitasnya masih oke, kenapa tidak dimiliki?" terangnya.

Dea Amira

Marisa melanjutkan, meski menarik untuk dimiliki, Anda juga mesti berhati-hati karena beberapa barang preloved juga ada yang palsu. Makanya, ia menyarankan untuk membeli barang preloved pada penjual yang terpercaya.

"Walau sudah sadar dengan manfaat barang preloved, Anda juga mesti berhati-hati sebelum beli. Jangan sampai niat hati beli buat investasi, malah dapat barang palsu," tambah Marisa.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini