nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Venesia Banjir, Masih Bisakah Dikunjungi?

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 22 November 2019 19:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 22 406 2133251 venesia-banjir-masih-bisakah-dikunjungi-LayUg4uf4n.jpg Banjir di Venesia (Foto: Straitstimes)

Hujan yang terus-menerus turun di Italia utara membuat gelombang pasang meningkat di Laguna Venesia. Hal itu mengakibatkan sejumlah jalan, alun-alun, dan gereja menjadi banjir. Para wisatawan yang hendak berkunjung menjadi bingung dan khawatir tentang liburannya.

Melansir New York Times, Jumat (22/11/2019), para wisatawan sebenarnya masih bisa untuk datang liburan ke Venesia. Hanya saja mereka harus bersiap menyeberangi jalan yang digenangi air tinggi. Hal itulah yang membuat banyak wisatawan membatalkan rencana liburannya.

 Banjir

Sejumlah hotel di Venesia melaporkan tingkat pembatalan 35 persen untuk bulan mendatang. Hal itu mendatangkan kerugian yang cukup besar bagi industri setiap tahunnya. Lantas, apa yang sebenarnya menjadi penyebab kota mengalami banjir?

Venesia dibangun di atas sekelompok pulau yang berada di suatu laguna dan terpisah dari Laut Adriatik. Terdapat hamparan tanah tipis dan dua sungai kosong di laguna. Selain itu, tiga kanal mengalir melalui hamparan tanah yang memungkinkan kapal dan air Laut Adriatik melintas.

Saat air pasang naik, air laut memasuki laguna, dan begitu sebaliknya. Peristiwa ini terjadi dua kali sehari setiap harinya sehingga menghasilkan campuran air laut dan air tawar.

 Banjir

Selain payau, air Venesia juga sangat tercemar karena air limbah terus dibuang di kanal. Terkadang angin kencang dan cuaca buruk berkontribusi pada pasang tinggi yang tidak biasa serta berlangsung selama 2-4 jam.

Gelombang pasang yang tingginya lebih dari 80 cm di atas permukaan laut dikenal dengan nama acqua alta. Fenomena ini terjadi berulang, terutama di bulan November dan musim dingin.

Setiap warga Venesia memiliki sepasang sepatu karet untuk menghadapi banjir. Begitu juga dengan semua toko yang memiliki barikade kaca di depan pintu untuk menghalau air masuk.

 Banjir

(Foto: luigibrugnaro/twitter)

Otoritas Venesia menganggap gelombang apa pun dengan tinggi di atas 140 cm sebagai tanda waspada. Sirene akan berbunyi di sekitar kota untuk memberi tahu penduduk setempat gelombang pasang tinggi akan datang. Dalam beberapa tahun terakhir, pasang tinggi menjadi semakin umum termasuk empat bulan ini.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini