nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Bunuh Diri Akibat Depresi, Kenali Gejalanya!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 22 November 2019 14:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 22 481 2133144 cegah-bunuh-diri-akibat-depresi-kenali-gejalanya-5pBySp5rvY.jpg Kenali gejala depresi (Foto : Helpguide)

Lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia menderita depresi. Jumlah tersebut terus meningkat sebanyak 18 persen antara 2005-2015. Mirisnya banyak sekali masyarakat yang bunuh diri disebabkan oleh depresi yang tak tertangani dengan baik.

Indonesia sendiri memiliki prevalensi diagnosis depresi sebesar 6,1 persen. Dan sebanyak 91 persen penderita nyaris tidak diobati karena berbagai alasan. Tercatat hampir 800 ribu orang di seluruh dunia meninggal karena bunuh diri setiap tahunnya.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), Dr. dr. Diah Setia Utami, Sp.KJ(K), MARS, mengatakan bahwa kasus bunuh diri akibat depresi masih menjadi masalah yang besar. Pasalnya gejala bunuh diri sangat sulit untuk terdeteksi.

Depresi

“Bunuh diri masih menjadi problem yang besar dan sering tidak terdeteksi apalagi dicegah. Percobaan bunuh diri bisa berdampak pada keluarga, teman, kolega, komunitas dan masyarakat,” terang dr. Diah, dalam acara peluncuran Duloxta di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).

Meski cukup sulit untuk dideteksi, namun dr. Diah memberikan gejala yang bisa memicu orang depresi untuk nekat bunuh diri. Tapi dibutuhkan ketelitian dan kepekaan bagi seseorang untuk bisa melihat gejala tersebut.

“Gejala bunuh diri bisa dilihat dari lingkungan, perilaku bahkan keluhan-keluhan yang dikeluarkan seseorang yang sedang depresi. Bisa juga orang mengeluh karena fisiknya yang selalu sakit. Sejak saat itu ada baiknya kita sudah bisa mengambil sikap,” lanjutnya.

Depresi

Dalam kasus ringan orang depresi akan menyampaikan keluhan-keluhannya kepada orang yang dituju. Tapi ada pula perubahan sikap yang ditunjukkan dari para pengidap depresi. Tanda-tanda tersebut bisa mengarah pada aksi bunuh diri.

Oleh sebab itu peran serta keluarga, lingkungan dan masyarakat sekitar sangat diperlukan untuk mengurangi angka bunuh diri terhadap para pengidap depresi. Salah satunya adalah dengan melakukan komunikasi terhadap para pengidap depresi untuk mengetahui permasalahan yang dimilikinya.

Depresi

“Peran sederhana bisa dilakukan dengan cara bercerita atau curhat dengan pengidap depresi. Tapi kalau pengidap depresi sudah ada niatan untuk bunuh diri maka harus dibawa ke ahli yang lebih profesional untuk mendapat penanganan khusus,” tuntasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini