Ciri-ciri Mata Minus, Plus, dan Silinder yang Perlu Diketahui

Tiara Putri, Jurnalis · Minggu 24 November 2019 01:25 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 23 481 2133656 ciri-ciri-mata-minus-plus-dan-silinder-yang-perlu-diketahui-sUF2GBCFcp.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Tak bisa dipungkiri jika mata adalah Indonesia. Sebanyak 80 persen informasi yang masuk ke otak melalui mata. Oleh karena itu, mata harus terus dijaga.

Sayangnya, tak banyak orang yang peduli dengan kondisi kesehatan matanya. Akibatnya, mereka mengalami masalah di mata. Salah satunya adalah gangguan refraksi.

Idealnya, mata normal dapat melihat jarak dekat maupun jarak jauh dengan sempurna. Hal ini dikarenakan kornea dan lensa memfokuskan objek dengan jelas ke retina. Namun gangguan refraksi membuat anatomi mata berubah sehingga penglihatan menjadi kabur.

Ada 3 jenis gangguan refraksi mata yang membuat penglihatan kabur yakni miopia atau rabun jauh, hiperopia atau rabun dekat, dan astigmatisme atau silinder. Masing-masing gangguan memiliki gejala yang berbeda. Kali ini Okezone akan membahasnya satu per satu.

 Anak kecil di depan komputer

Pertama menyangkut miopia atau rabun jauh. Mereka yang mengalami gangguan refraksi jenis ini harus mengenakan lensa minus untuk menyempurnakan penglihatannya.

"Miopia atau mata minus yang dikenal juga dengan rabun jauh disebabkan sumbu bola mata yang lebih panjang dari rata-rata atau kornea yang lebih cembung. Akibatnya cahaya atau penglihatan akan difokuskan di depan retina," ujar dokter spesialis mata,

dr Gitalisa Andayani, Sp.M (K) saat dihubungi Okezone melalui pesan singkat, Sabtu (23/11/2019).

Ciri utama seseorang mengalami miopia adalah ketika melihat objek yang jauh menjadi buram. Dirinya hanya bisa melihat jelas objek yang berada di dekatnya. Rabun jauh paling sering dialami oleh anak-anak. Faktor penyebabnya adalah keturunan dan kebiasaan melihat dalam jarak dekat.

Selanjutnya hiperopia atau rabun dekat. Gangguan refraksi ini kebalikan dari miopia. Orang-orang yang memiliki hiperopia dapat melihat dengan jelas objek yang jauh. Namun penglihatannya buram ketika melihat objek jarak dekat.

Oleh karenanya mereka memerlukan lensa mata plus. Sebab kalau tidak, dapat menyebabkan kelelahan mata, kelelahan, dan sakit kepala saat melakukan pekerjaan jarak dekat.

 Perempuan berkacamata

"Mata plus atau hiperopia disebabkan sumbu bola mata yang lebih pendek dari rata-rata atau kornea yang lebih rata. Akibatnya cahaya atau penglihatan akan difokuskan di belakang retina," kata dr Gitalisa.

Faktor penyebab terjadinya hiperopia adalah penuaan. Tapi ada juga anak-anak yang lahir dalam kondisi mata plus. Ini dikarenakan adanya faktor bawaan.

Terakhir astigmatisme atau mata silinder. Gangguan refraksi ini disebabkan oleh kecembungan kornea yang lebih besar di salah satu sudut atau axis. Hal ini mengakibatkan ada ada 2 titik fokus atau lebih pada retina. Oleh karenanya, dibutuhkan lensa silinder untuk membuat hanya ada satu titik fokus.

Astigmatisme terjadi karena faktor turunan. Tetapi bisa juga disebabkan oleh faktor lingkungan. Tak jarang mata silinder muncul bersamaan dengan mata minus.

Gejalanya meliputi sakit kepala, melihat arah vertikal benda dengan sangat jelas sementara arah horizontal buram atau sebaliknya, pandangan kabur, serta melihat suar seperti komet di sekitar lampu.

"Penglihatan juga jadi agak miring-miring atau sedikit terdistorsi," pungkas dr Gitalisa.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini