Kurangi Limbah Pakaian, Barang Preloved Upcyle Bisa Jadi Solusi?

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 25 November 2019 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 25 194 2133925 kurangi-limbah-pakaian-barang-preloved-upcyle-bisa-jadi-solusi-ZnUP6TKXZs.jpg Barang preloved (Foto: Boredpanda)

DISADARI atau tidak, mengingat pakaian adalah kebutuhan primer dari setiap orang. Maka limbah pakaian jadi suatu masalah besar di negeri ini. Tahukah Anda, setiap detiknya, satu truk sampah dengan muatan sekitar 265 kilogram pakaian berakhir di tempat pembuangan.

Terbayang kan betapa menggunungnya limbah pakaian ini. Faktanya, memang soal masalah lingkungan bahwa industri fashion berkontribusi 4 persen terhadap polusi global.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh diri sendiri untuk mengurangi kontribusi limbah pakaian. Sebetulnya bisa dimulai dengan cara sederhana.

 barang preloved

Contohnya, alih-alih membeli baju atau barang-barang retail yang bersifat fast fashion. Tapi dengan pembelian dan penjualan barang-barang preloved, yang mana adalah barang yang sudah ada sebelumnya dengan harga yang lebih murah namun kualitasnya tetap terjaga. Bukan produk baru yang dibuat lagi oleh pabrik, seperti yang dijelaskan oleh Sabrina Joseph, pendiri HuntStreet.

“Sebagai bisnis yang bergerak di industri mode, kami merasa berkewajiban untuk meningkatkan kesadaran tentang budaya yang lebih peduli terhadap siklus hidup dari barang yang kita miliki. Model bisnisnya adalah ekonomi sirkular dengan dorongan untuk pembelian dan penjualan kembali barang pre-loved untuk mengurangi pemborosan mode secara signifikan,” ungkap Sabrina Joseph, saat ditemui, Jumat, 22 November 2019 dalam acara “HuntStreet-Hunt2save” di Pacific Place, Jakarta.

Ilustrasi barang preloved

Selain dengan cara membeli atau menjual barang-barang preloved. Ada cara lain yang bisa diterapkan, yakni menerapkan konsep upcyle. Memperpanjang usia suatu barang fesyen, yang tadinya tidak terpakai bisa menjadi berguna, terpakai kembali.

Dituturkan oleh desainer Ikat Indonesia, Didiet Maulana. Dengan penerapan konsep upcyle, ini bisa menjadi cara efesien bagi orang-orang yang hobi menumpuk barang-barang fesyen yang lama tidak terpakai. Alias dengan kata lain, karena hobi sering membeli produk-produk fesyen yang baru.

Ilustrasi barang preloved

“Konsep upcyle ini adalah menaikkan siklus dari barang yang sudah kita punya. Misalnya gini, baju-baju lama kan ketumpuk sama baju baru yang kita beli. Nah baju-baju lama itulah siklusnya berhenti sampai di sini, dengan di-upcyle barang lama diperbaharui jadi sesuatu yang baru. Contoh, dress yang sudah lama enggak dipakai dirombak bisa jadi outerwear,” imbuh Didiet.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini