Gara-Gara Obesitas, Wanita Ini Menunda Nikah 18 Tahun

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 25 November 2019 23:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 25 196 2134352 gara-gara-obesitas-wanita-ini-menunda-nikah-18-tahun-Pi2kddtoSG.jpg Kisah cinta menunda pernikahan (Foto: Metro)

Namun harapannya untuk menikah terganjal dengan berat badannya yang naik tak terkontrol. Brooks masih tidak dapat lepas dari berbagai jenis minuman dan kekuarangan tidur karena harus mengurus Nathan. Ia pun berusaha menurunkan berat badannya hingga  22 kilogram.

“Nathan baru enam bulan, jadi selama kehamilan kedua itu saya sangat lelah sehingga bisa bertahan hidup dengan junk food. Pada saat Aimee lahir, aku sudah 17 stone atau 107 kilogram,” lanjut Brooks.

Melihat berat badannya tak kunjung berkurang, Brooks yang berprofesi sebagai care worker dari Southampton berjuang menurunkan berat badannya. Perlahan- berat badannya menurun hingga mencapai 82,5 kilogram. Namun ia mengalami masalah baru ketika harus mengurus Nathan dan Aimee bersekolah.

“Saya harus melepaskan pekerjaan yang disukai, bekerja dengan orang dewasa dengan masalah kesehatan mental. Demi berada di sekolah untuk Nathan dan Aimee. Dalam beberapa bulan kami kehilangan penghasilan, kami mengalami kredit macet pada 2010 dan pekerjaan Darren mengering," lanjutnya.

Krisis ekonomi yang melanda keluarga Brooks membuatnya tenggelam dalam depresi yang menghancurkan hidupnya. "Saya dalam kondisi sangat buruk sehingga saya memberi tahu Darren saya tidak lagi mencintainya sebagai cara untuk membuatnya mendorong saya. Saya merasa sangat negatif,” tandasnya.

 Bridal

Sejak depresi saya tidak bisa berurusan dengan anak-anak atau rumah. Saya memilih tidur hampir sepanjang waktu sementara Darren dibiarkan melakukan segalanya untuk membenahi kehidupan keluarganya.

”Kemudian, ketika Brooks mulai keluar dari depresinya, Darren, yang tidak mampu menghidupi kebutuhan keluarganya memiliki masalah kesehatan mental sendiri. Meski demikian kami tidak saling melepas satu sama lain, begitupun anak-anak kami,” cetusnya.

Dihadapi dengan situasi dalam rumah tangga yang semakin mengerikan, berat badan Brooks kembali bertambah. "Saya makan hingga 20 batang cokelat sehari dan makan besar-besaran. Puding setelah makan malam dan sebatang susu sapi ukuran keluarga,” lanjutnya.

Brooks juga kehilangan rasa percaya dirinya. Ia juga terlalu besar untuk bermain dengan anak-anak saya dan tidak tahan untuk berdiri lebih dari 10 menit karena tekanan besar pada pergelangan kaki. Tapi semuanya berubah saat menjalani liburan keluarga ke Poole pada 2014.

“Kami memiliki pedati untuk mengitari perkemahan dan saya harus turun karena terlalu berat bagi Darren untuk dikayuh. Saya kembali dan mencoba mengambil selfie keluarga, tetapi saya terlalu besar untuk memasukkan kita semua, jadi seorang wanita menawarkan bantuan untuk melakukannya,” cetusnya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini