Berkaca dari Kasus Goo Hara, Kenali 6 Tanda Seseorang Ingin Bunuh Diri

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 25 November 2019 09:20 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 25 612 2133981 berkaca-dari-kasus-goo-hara-kenali-6-tanda-seseorang-ingin-bunuh-diri-ZR2rh6KHlp.jpg Ilustrasi (Foto: Forbes)

Kabar mengejutkan datang dari Korea Selatan. Eks personil KARA, Goo Hara ditemukan meninggal di rumahnya di kawasan Cheongdam, Seoul, Minggu 24 November 2019, pukul 18.00 waktu setempat.

Hingga saat ini, pihak kepolisian Gangnam di Seoul masih melakukan investigasi lebih lanjut perihal penyebab kematian sahabat Sulli itu. Dugaan sementara Goo Hara meninggal akibat bunuh diri. Sebelumnya, ia sempat melakukan percobaan bunuh diri pada 29 Mei 2019 lalu.

 Perempuan berdiri

Kasus bunuh diri memang tengah menjadi perhatian dunia. Di Amerika Serikat, kasus ini menduduki peringkat teratas sebagai salah satu penyebab kematian. Menurut laporan CDC, lebih dari 45 ribu orang meninggal akibat bunuh diri pada 2016 lalu. Bahkan menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO, setiap 40 detik, satu orang meninggal karena bunuh diri.

Perlu diketahui bahwa banyak orang nekat melakukan percobaan bunuh diri hanya untuk mengakhiri rasa sakit yang mereka rasakan. Oleh karena itu, jangan anggap sepele keluhan atau curahan hati orang-orang terdekat Anda, apalagi bila sudah menyinggung hal-hal berbau bunuh diri.

Pasalnya, bunuh diri bisa dicegah dengan memerhatikan secara seksama tanda-tanda pada orang yang berpotensi melakukan percobaan bunuh diri. Berikut Okezone rangkumkan ulasan lengkapnya, seperti dilansir dari WebMD, Senin (25/11/2019).

 Perempuan memegang kepala

1. Sering berbicara soal kematian

Beberapa orang berbicara secara terbuka tentang keinginan untuk mati atau bunuh diri. Mereka bahkan tidak ragu-ragu dan takut membicarakannya. Bila sudah sampai pada tahap ini, sebagian orang biasanya sudah melakukan penelitian kecil-kecilan tentang cara bunuh diri dan menyiapkan beberapa perlengkapan seperti senjata api, pisau, atau pil.

2. Sudah menyusun rencana

Seseorang yang hendak melakukan percobaan bunuh diri, seringkali sudah merencanakannya dari jauh-jauh hari. Anda bisa mengidentifikasi hal ini dengan cara memperhatikan gelagat atau sikap mereka secara seksama. Mulai dari update status di media sosial, memberikan beberapa barang pribadi secara cuma-cuma, hingga mengucapkan salam perpisahan kepada sahabat dan keluarga. Sebagian orang bahkan menuliskan catatan bunuh diri sebelum mengakhiri hidupnya.

3. Menjadi tertutup

Orang yang memiliki pikiran untuk bunuh diri biasanya cenderung menutup diri dari orang-orang di sekitarnya, termasuk dan keluarga. Mereka juga tidak bersemangat lagi menjalani kegiatan sosial, dan lebih sering mengisolasi diri.

 Perempuan duduk

4. Sering menunjukkan rasa putus asa

Tak sedikit pula di antara mereka yang selalu merasa menjadi beban bagi orang lain, putus asa, dan merasakan rasa sakit yang tak bisa terbendung lagi.

5. Suasana hati sering berubah

Seringkali, orang tersebut mengalami depresi, cemas, sedih, atau marah. Mereka juga mungkin sangat mudah tersinggung, murung, atau agresif. Tapi mereka bisa tiba-tiba menjadi tenang setelah memantapkan diri untuk melakukan bunuh diri. Akibatnya, mereka mungkin tidur lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya.

6. Mengonsumsi minuman keras dan obat-obatan

Penyalahgunaan obat-obatan dan minuman keras juga diklaim meningkatkan kemungkinan bunuh diri. Mereka mungkin mengonsumsi dua benda tersebut untuk menghilangkan rasa sakit atau justru sengaja untuk mengakhiri hidupnya.

Perlu dicatat pula bahwa orang-orang yang berpotensi melakukan percobaan bunuh diri biasanya mengalami berbagai permasalahan. Mulai dari gangguan mental, ketergantungan terhadap obat-obatan dan minuman keras, memiliki masalah kesehatan fisik yang serius, ditinggal pergi oleh orang-orang terdekat, masalah keuangan, dan memiliki trauma tertentu akibat kekerasan fisik dan seksual.

Cara membantu

Perhatikan semua tanda peringatan bunuh diri dengan serius. Keterlibatan dan dukungan Anda dapat membantu menyelamatkan mereka. Jangan takut untuk bertanya apakah orang yang Anda khawatirkan memiliki pikiran untuk bunuh diri, depresi, atau memiliki masalah lain.

Membicarakan hal ini tidak akan membuat orang itu bertindak berdasarkan perasaan mereka. Justru mungkin membantu meringankan pikiran mereka untuk bunuh diri, bahkan memberi tahu Anda jika mereka membutuhkan pertolongan lebih lanjut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini