Bedanya Rambut Rontok dengan Penipisan Rambut, Bisa Disebabkan oleh Penyakit

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 26 November 2019 08:46 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 26 481 2134453 bedanya-rambut-rontok-dengan-penipisan-rambut-bisa-disebabkan-oleh-penyakit-2yMrXdL0fi.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Rambut rontok yang juga dikenal sebagai alopecia adalah salah satu masalah umum yang dihadapi banyak orang. Kehilangan rambut terus-menerus dapat menyebabkan kebotakan terutama pada pria. Namun satu hal yang harus diketahui, rambut setiap orang memang akan rontok setiap harinya.

Berdasarkan American Academy of Dermatologists, sangat normal untuk kehilangan sekira 50 - 100 helai rambut per hari. Akan tetapi, apabila jumlah rambut rontok lebih dari itu, maka termasuk kasus yang parah.

Ada beberapa penyebab kerontokan rambut yang parah seperti penyait, trauma emosional, kekurangan protein, perubahan hormon, kehamilan, pubertas, menopause, serta penyakit tiroid dan anemia.

 Pria memegang kepala

Banyak orang yang tidak menyadari bila rambut rontok mereka termasuk kasus yang parah. Biasanya mereka baru merasa heran ketika kulit kepala mudah dilihat alias mulai botak. Saat itulah mereka bingung dengan masalah yang dihadapinya, apakah rambut rontok atau penipisan rambut.

Dalam sebuah wawancara eksklusif, Dr. Amit Karkhanis yang merupakan dokter laser dan kosmetik mengungkapkan perbedaan antara rambut rontok dengan penipisan rambut.

"Setiap orang biasanya cenderung kehilangan rambut setiap hari. Secara medis, seseorang menyaksikan rambut rontok setiap hari dan satu set rambut baru menggantikannya. Ini menjadi lebih menantang ketika rambut rontok terjadi lebih cepat dibandingkan dengan dengan jumlah folikel yang tumbuh di tempatnya," ujar Dr. Amit seperti yang Okezone kutip dari Pinkvilla, Selasa (26/11/2019).

 Kepala pria

Dirinya menambahkan, saat rambut rontok lebih cepat terjadi dibanding penambahan folikel rambut, maka pada akhirnya dapat menyebabkan penipisan rambut. Situasi ini juga dapat terjadi karena berbagai kondisi medis seperti tiroid, anemia, diet yang kurang seimbang, dan faktor genetik lainnya.

"Untuk mencegah kerontokan rambut pada tingkat paling primer, sangat ideal bagi seseorang untuk memiliki diet seimbang. Sebagian besar dari kita juga bisa memasukkan suplemen tertentu dalam rencana makan harian. Suplemen itu mungkin membantu dalam jangka panjang untuk mencegah kerusakan rambut," ucap Dr. Amit.

Adapun makanan yang bisa membantu mengatasi masalah rambut rontok dan mencegah kebotakan antara lain telur, produk susu, bayam, stroberi, kacang-kacangan, serta coklat hitam.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini