nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fasilitas Lebih Lengkap, Makin Banyak Pelaku Industri Pariwisata Sediakan Homestay

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 27 November 2019 08:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 27 406 2134885 fasilitas-lebih-lengkap-makin-banyak-pelaku-industri-pariwisata-sediakan-homestay-zTLVTf8Eoj.jpg Homestay kini semakin menjamur (Foto : Tiara/Okezone)

Industri pariwisata memiliki peluang besar untuk menggerakkan roda perekonomian suatu negara. Para pelaku industri di dalamnya tentu turut mendapat keuntungan. Terlebih sekarang ini semakin banyak orang yang menjadikan liburan sebagai kebutuhan.

Tak heran bila para pelaku industri pariwisata kini semakin menjamur. Salah satunya mereka yang menyediakan kebutuhan akomodasi penginapan bagi para wisatawan. Sekarang ini hotel bukanlah satu-satunya pilihan sebagai tempat untuk menginap. Masih ada pilihan lain seperti hostel, guest house, maupun homestay.

Wisatawan biasanya memilih jenis tempat penginapan berdasarkan kebutuhannya. Contoh, wisatawan yang pergi liburan bersama keluarga lebih memilih menyewa homestay dibandingkan hotel. Hal ini dikarenakan fasilitas di homestay jauh lebih lengkap dan harganya lebih murah bila dibandingkan harus menyewa beberapa kamar.

Kamar Homestay

Ada homestay yang memiliki lebih dari 2 kamar tidur sehingga kapasitasnya lebih besar. Selain itu homestay biasanya dilengkapi dengan ruang keluarga, dapur, dan tempat bermain anak. Pertimbangan inilah yang kemudian membuat wisatawan apabila berlibur dengan keluarga lebih senang menginap di homestay dibanding hotel.

Oleh karenanya, tak heran bila sekarang semakin banyak pelaku industri pariwisata yang menyewakan rumah tidak berpenghuni untuk para wisatawan. Berdasarkan data dari salah satu platform travel digital yakni Agoda, pertumbuhan homestay cukup signifikan termasuk di Indonesia. Sekadar informasi, platform tersebut memfasilitasi pelaku industri pariwisata yang hendak menyewakan rumahnya dan dikenal dengan fitur Agoda Homes.

"Pertumbuhan sangat bagus bisa dilihat dari tahun 2017, ada sekira 8 ribu agodaHomes yang tercatat. Sekarang jumlahnya sudah mencapai 19 ribu. Ini menandakan pertambahan jumlah homestay 2 kali lipat dalam waktu dua tahun," ujar Gede Gunawan selaku Country Director Indonesia Agoda.

homestay

Ditemui Okezone di sela-sela Press Tour ke Bandung, Selasa-Rabu, 26-27 November 2019, Gede mengatakan ada beberapa alasan yang membuat banyak pelaku industri wisata yang berminat menyediakan layanan homestay. Salah satunya karena membangun ekonomi kecil. Dengan memiliki unit yang sedikit, mereka tetap dapat mendapat keuntungan.

"Walaupun mereka hanya memiliki satu atau dua unit tidak masalah. Mereka tidak harus memiliki 200 kamar agar bisa menyewakan kepada wisatawan. Dua unit saja sudah bisa menghasilkan, ini sangat membantu pertumbuhan ekonomi," ucap pria yang akrab disapa Gunawan itu.

Melihat tren penyedia homestay yang semakin berkembang, Agoda memberikan kemudahan bagi masyarakat yang berminat menjadikan rumahnya sebagai tempat penginapan. Caranya hanya tinggal mendaftar dan melengkapi informasi yang dibutuhkan. Nantinya akan ada tim yang memvalidasi pendaftaran dan informasi.

"Kami sebenarnya tidak ada standarisasi khusus, hanya ketika ada yang mendaftar kami pastikan tempatnya memang ada, kesesuaian gambar dengan lokasi, serta informasi yang diberikan. Tapi kadang kami juga memberi pelatihan untuk 10-20 orang cara memberikan service yang terbaik," ujar Gunawan

homestay

Setelah itu akan dilakukan pemantauan. Apabila ada pengguna aplikasi yang memberikan ulasan buruk bagi suatu homestay, maka segera dicari tahu penyebabnya. Bahkan tidak menutup kemungkinan terjadinya pemutusan kerja sama.

"Kalau kemungkinan pemutusan hubungan kerja sama itu pasti ada, normal. Tapi tentu kami lebih banyak adakan dialog untuk melihat apa yang terjadi dan menentukan penyelesaiannya," pungkas Gunawan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini