Kanker Serviks Bisa Dicegah dengan Vaksin HPV, Begini Tata Caranya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 27 November 2019 07:26 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 27 481 2134882 kanker-serviks-bisa-dicegah-dengan-vaksin-hpv-begini-tata-caranya-KUSxuPBR7M.jpg Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)

Kanker serviks atau kanker leher rahim masih menghantui masyarakat Indonesia, terutama bagi kaum perempuan. Menurut data GLOBOCAN 2019, kasus kanker serviks di Indonesia mencapai 32.469 kasus, atau 17,2% dari persentase kanker perempuan di Indonesia.

Bahkan, kematian akibat kanker serviks mencapai 18.279 per tahun atau sebanyak 50 perempuan Indonesia meninggal setiap harinya. Padahal, kanker yang disebabkan oleh Human Papilioma Virus (HPV) merupakan salah satu jenis kanker yang dapat dicegah dengan vaksinasi HPV.

dr. Venita Eng, Msc, perwakilan dari yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta mengatakan, selama ini, vaksin HPV memang dikenal sebagai upaya pencegahan kanker serviks pada perempuan. Namun, vaksin HPV sebenarnya juga dapat melindungi laki-laki dan beragam potensi penyakit yang muncul akibat virus HPV.

vaksin hpv

Maka dari itu, pemerintah dan pihak-pihak terkait diminta untuk mensosialisasikan lebih gencar tentang manfaat dari vaksin HPV. Didukung oleh BKKBN, KICKS dan Halodoc pun sepakat bekerjasama mengampanyekan gerakan #SehatSebelumNikah.

Kampanye ini ditujukan untuk para pasangan yang memiliki rencana untuk membangun keluarga agar mereka segera melakukan vaksinasi HPV pranikah. Tujuannya agar terhindar dari bahaya kanker serviks dan penyakit terkait virus HPV lainnya.

"Apalagi selain menyebabkan kanker serviks pada perempuan, virus HPV juga dapat menyebabkan beberapa penyakit kulit dan kelamin pada laki-laki,” terang dr. Venita Eng, dalam peluncuran kampanye #SehatSebelumNikah di bilangan Jakarta Selatan, Selasa 26 November 2019.

Lebih lanjut, dr. Venita Eng menjelaskan, sayangnya masib banyak orang enggan melakukan vaksinasi HPV karena sejumlah alasan. Salah satunya terkait mindset yang berkembang di tengah masyarakat, bahwa mereka yang menjalani vaksinasi HPV berarti sering melakukan seks bebas.

“Jangan stigmakan kanker serviks dan HPV dengan seksualitas. Banyak kok pasien saya berhijab, hidupnya lurus aja, istri suami cuma satu tapi bisa kena kanker serviks. Jadi kanker serviks enggak hanya menimpa orang yang seks bebas. Jadi memang penyebab utamanya adalah kontak seksual, tapi itu tidak berarti bahwa hanya orang dalam tanda kutip ‘nakal’ yang bisa terkena kanker serviks,” tegas dr. Venita.

Suntik Vaksin

Lantas kapan waktu yang tepat untuk mendapatkan vaksin HPV? dr. Venita menjelaskan pemberian vaksin ini lebih baik diberikan sedini mungkin, bisa dimulai dari usia 9 tahun.

Pasalnya, manfaat atau efektivitas vaksin HPV ini lebih banyak manfaatnya di usia produktif atau muda. Proses pemberiannya pun terbilang sederhana, namun ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi.

"Kalau perempuan yang terpenting tidak boleh disuntik saat lagi hamil. Kemudian ada urutannya, 0-2-6. Jadi kalau kita suntik sekarang, berarti dua bulan kemudian baru bisa disuntik, terus 4 bulan kemudian. Jadi selesai dalam 6 bulan," ungkap dr. Venita.

Suntik Vaksin

Perlu diingat kembali bahwa vaksin HPV tidak dapat menyembuhkan kanker serviks, namun hanya bisa mencegah. Maka dari itu, dr. Venita berharap agar masyarakat Indonesia mulai memiliki kesadaran untuk mendapatkan vaksin HPV.

"Makanya harus kita edukasi, kalau yang sudah punya kontak (seksual), mereka sebaiknya dicek dulu. Takutnya mereka sudah terkena kanker serviks. Intinya vaksin ini tidak menyebabkan, tidak menyembuhkan, dan tidak memperberat," tukasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini