Dalam 14 Tahun, Obat untuk Penderita HIV AIDS di Indonesia Naik Nyaris 40.000%

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 27 November 2019 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 27 481 2135175 -BUWZRr7Xt4.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Sebagai contoh, sambung Prof Sjamsurizal, dari kedua jenis obat ARV tersebut, 52 persen di RSPUN Cipto Mangunkusumo menggunakan obat tersebut di awal 2005. Tapi seiring berjalannya waktu, berpindahlah pasien untuk minum obat sekali minum yang lebih praktis.

"Setahu saya dalam empat sampai lima tahun terakhir ketersediaan obat terus dipantau Kemenkes. Kalau memang ketersediaannya mau habis, dari 6 bulan sebelumnya dilkakukan pengadaan baru, dengan prosedur yang harus diikuti," beber Prof Sjamsurizal.

Prof Sjamsurizal menegaskan, ODHA jangan khawatir kehabisan obat ARV. Pemerintah bakal terus menyediakan obatnya dengan dana subsidi yang sudah disiapkan.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini