Mengenal Vaginismus, Penyebab Wanita Tak Bisa Nikmati Berhubungan Seks

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 27 November 2019 21:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 27 485 2135161 mengenal-vaginismus-penyebab-wanita-tak-bisa-nikmati-berhubungan-seks-kHj1QylYKL.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TAK bisa dipungkiri alat kelamin wanita adalah bagian tubuh yang paling sensitif dan rentan terserang penyakit. Terdapat berbagai penyakit yang menyerang organ intim wanita yang berujung pada disfungsi seksual, salah satunya adalah vaginismus.

Vaginismus dikategorikan sebagai kontraksi otot yang tidak disadari dan tak dapat dikendalikan. Vaginismus berlangsung secara terus-menerus atau berulang pada 1/3 daerah bagian luar Miss V.

Penyakit ini, biasanya menyerang perineum sampai otot levator dan otot pubococcygeus. Kontraksi otot yang besar dan berlebihan menyebabkan wanita merasa nyeri hingg tidak bisa melakukan penetrasi saat berhubungan seksual.

Penyakit ini, biasanya menyerang perineum sampai otot levator dan otot pubococcygeus.

Spesialis Obgin Bamed Women’s Clinic, dr. Ni Komang Yeni, SpOG menjelaskan, seorang wanita bisa mengalami vaginismus disebabkan oleh dua hal yakni fisil dan psikologis. Dari sisi fisik, vaginismus disebabkan oleh adanya infeksi di daerah genital atau trauma pada saat melahirkan.

"Vaginismus bisa terjadi oleh adanya perlukaan di jalan lahir yang disebabkan oleh trauma. Sedangkan dari sisi psikologis disebabkan adanya trauma psikis yang berkaitan dengan kekerasan seksual atau kurang percaya diri," jelas dr. Yeni, saat ditemui Okezone di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2019).

"Bisa juga karena tidak pernah berhubungan seksual dalam jangka waktu yang Panjang," tambahnya.

Dokter Yeni juga menjelaskan, vaginismus bisa menyerang semua wanita tanpa mengenal usia. Mulai dari remaja yang sudah aktif secara seksual hingga perempuan yang sudah lanjut usia, namun pada beberapa kasus vaginismus justru menyerang wanita pada masa menopause.

"Pada masa menopause kadar esterogen turun yang membuat pelumasan dan elastisitas vagina pun ikut menurun. Kondisi ini membuat hubungan intim terasa menyakitkan atau kadang sulit untuk direalisasikan yang berujung pada vaginismus," lanjutnya.

namun pada beberapa kasus vaginismus justru menyerang wanita pada masa menopause.

Dalam dunia medis, vaginismus dibagi menjadi dua jenis yakni vaginisme primer dan sekunder. Seseorang dikatakan mengalami vaginisme primer, apabila tidak bisa berhubungan seksual akibat rasa sakit dan kesulitan ketika penertrasi.

Sementara pada jenis sekunder ketika wanita pernah menikmati seks tanpa masalah namun tiba-tiba mengalami vaginismus.

Dokter Yeni menambahkan, gejala umum yang dialami seorang wanita ketika mengalami vaginismus. Setidaknya ada tujuh gejala yang terjadi dan bisa menjadi indikator vaginismus bagi wanita.

1. Sensasi panas seperti terbakar dan rasa sesak yang sangat nyeri saat berhubungan seks.

2. Terasa sulit saat melakukan penetrasi atau terasa sangat ketat dan nyaris tidak memungkinkan untuk penetrasi. Kondisi akan membuat Anda merasa tidak nyaman.

3. Pada kasus yang parah maka lubang vagina menutup sepenuhnya saat dilakukan penetrasi.

4. Rasa sakit seksual yang sedang berlangsung tidak diketahui atau tanpa sebab yang jelas.

5. Kesulitan memasukkan tampon atau menjalani pemeriksaan pelvis atau ginekologis.

6. Terjadinya kaku otot pada anggota tubuh seperti kaki, punggung bawah dan lain-lain. Hal ini membuat hubungan seksual yang berlangsung pun berisiko terhenti akibat kekakuan otot.

7. Cenderung menghindari seks akibat rasa sakit dan sering gagal melakukan hubungan intim.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini