nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Artika Sari Devi Sikapi Ibu-Ibu Nyinyir di Media Sosial

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 27 November 2019 23:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 27 612 2135231 cara-artika-sari-devi-sikapi-ibu-ibu-nyinyir-di-media-sosial-MUh1fh5jos.jpg Artika Sari Devi (Foto: artikasaridevi/Instagram)

Fenomena mom-shaming atau tindakan perundungan yang dilakukan seseorang untuk membuat malu para ibu memang tengah marak di Indonesia. Apalagi di era media sosial seperti saat ini. Hal ini rupanya turut menarik perhatian Artika Sari Devi.

Rasanya semakin banyak orang yang ringan tangan mengomentari kehidupan orang lain tanpa memikirkan dampaknya. Mirisnya, mom-shaming seringkali dilakukan oleh sesama perempuan. Artika Sari Devi pun mengaku miris melihat hal tersebut.

 Ibu dan anak

"Saya suka miris aja, apalagi yang melakukan sesama perempuan, ibu-ibu gitu. Di sini empati saya teruji, saya jadi mikir lagi ada masalah apa ya mereka?" ujar Artika Sari Devi saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2019).

Ibu dua anak itu beberapa kali memang menjadi korban mom-shaming hingga membuatnya memutar otak untuk mencari cara terbaik menanggapi fenomena ini.

Menurut Artika, satu-satunya cara meminimalisir fenomena mom-shaming adalah dengan menciptakan standar kebahagiaan diri sendiri.

"Saya rasa tantangan di era media sosial ini salah satunya kita kayak anxiety ketika melihat kehidupan orang lain dan sibuk membandingkan. Buat saya penting membuat standar kebahagiaan kita sendiri yang otentik versi kita sendiri," tegasnya.

Artika menambahkan, bila seseorang sudah menemukan kebahagian versi mereka masing-masing, maka mereka bisa menghargai kebahagiaan orang lain, bahkan malah ikut menikmatinya.

Namun saat ditanya terkait fenomena mom-shaming yang masih marak hingga saat ini, Artika mengatakan bahwa kini ia lebih bijak dalam menanggapi reaksi dari para netizen.

"Kita tidak bisa mengontrol presepsi atau anggapan apapun. Kita hanya bisa mengontrol reaksi kita terhadap pandangan mereka atau reaksi mereka," tuntasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini