Di Indonesia Jadi Pesugihan, kalau Thailand Arwah Bayi Aborsi Dirawat dalam Boneka

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 28 November 2019 02:44 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 27 612 2135288 di-indonesia-jadi-pesugihan-kalau-thailand-arwah-bayi-aborsi-dirawat-dalam-boneka-A1tNmnYdBC.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KASUS hamil di luar nikah masih menghantui remaja Indonesia. Hal ini sekaligus memicu terjadinya pernikahan anak di bawah usia. Namun bagi mereka yang tidak ingin dirundung rasa malu, aborsi kerap menjadi jalan pintas.

Praktik aborsi di Indonesia sendiri kerap dikonotosikan sebagai hal negatif, karena dianggap sebagai 'pembunuhan' terhadap cabang bayi di dalam kandungan. Tindakan tersebut rupanya menarik perhatian Perempuan Indigo Furi Harun.

Kepada Okezone, Furi menjelaskan, seluruh bayi yang meninggal karena praktik aborsi, kemungkinan besar arwahnya akan gentayangan.

seluruh bayi yang meninggal karena praktik aborsi, kemungkinan besar arwahnya akan gentayangan.

"Arwah bayi aborsi itu biasanya memang gentayangan. Nah, kalau di Thailand, arwah bayi aborsi biasanya dimasukkan ke dalam 'luk thep' atau boneka, untuk menunggu reinkarnasi," tutur Furi Harun saat dihubungi Okezone.

"Ini lebih baik daripada arwahnya gentayangan dan dipakai oleh dukun jahat untuk pesugihan dan semacamnya," tambahnya.

Namun Furi tidak memungkiri bahwa terkadang arwah-arwah bayi aborsi masih menempel di tubuh ibunya. Ada beberapa kasus yang pernah ia dapati dengan mata kepala sendiri.

Kasus seperti ini lebih sering terjadi bagi mereka yang sengaja melakukan aborsi karena memang tidak menginginkan kehadiran sang cabang bayi, bukan karena alasan kesehatan.

"Bila sudah menempel, nantinya akan memengaruhi karma si ibu. Misalnya dia akan sulit mendapatkan rezeki. Atau kalau nanti sudah menikah malah susah dapat anak, atau karmanya hanya bisa punya anak laki-laki semua," jelas Furi.

mereka biasanya memilih untuk memelihara luk thep dan memperlakukannya seperti anak sendiri.

Furi melanjutkan, bagi perempuan yang merasa bersalah telah melakukan aborsi, mereka biasanya memilih untuk memelihara luk thep dan memperlakukannya seperti anak sendiri.

"Jadi di luk thep itu sudah ada kayak tato atau sudah dirajah. Istilahnya sudah diberkati dengan serangkaian doa. Jadi si perempuan harus ngasih dia susu, makan, minum, dan memperlakukannya dengan baik karena arwah di dalamnya kurang kasih sayang," ungkap Furi.

Bila luk thep lebih banyak ditemukan di Thailand. Lain halnya dengan orang Indonesia. Di sini arwah-arwah bayi aborsi gentayangan justru digunakan oleh para dukun untuk pesugihan.

Furi berani mengatakan hal tersebut setelah melakukan observasi pada tahun 2016 hingga 2017 awal. Biasanya dukun-dukun di daerah Jawa Timur memakai arwah bayi aborsi yang telah berusia 7 bulan.

"Istilahnya di sana itu bayi-bayi bajang. Bayi itu diaborsi di usia kandungan 7 bulan. Menurut mereka, arwah bayi gentayangan itu memiliki kekuatan magis yang bisa mendatangkan kekayaan pesugihan. Mereka menangkapnya melalui dimenai arwah dengan melakukan ritual khusus seperti membakar kemenyan dan dibantu media jin," tukasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini