nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Restorannya Masuk Daftar Michelin, Chef Ini Tidak Terima

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 29 November 2019 01:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 28 298 2135644 restorannya-masuk-daftar-michelin-chef-ini-tidak-terima-kMuUUZG0u4.jpg Ilustrasi (Foto: Michelin)

Kebanyakan orang yang memiliki restoran rata-rata bermimpi untuk mendapatkan bintang Michelin. Ya, bintang Michelin atau Michelin Star memang dipandang banyak masyarakat awam jadi salah satu acuan internasional untuk mengetahui restoran atau tempat makan mana saja yang pantas dan layak dikunjungi untuk mencicipi menu-menu yang disajikan.

Maka tidak heran banyak juru masak yang rela melakukan banyak hal seperti mengeluarkan banyak uang agar restorannya bisa mendapatkan bintang Michelin dan masuk dalam daftar Michelin Guide.

Tapi hal ini tidak berlaku bagi chef asal Seoul, Korea Selatan, Eo Yun-gwon. Pasalnya, Yun-Gwon mengejutkan dunia industri restoran setelah baru saja menuntut Michelin Guide karena telah memasukkan restoran miliknya dalam daftar Michelin Guide 2019, seperti dilapor Odditycentral, Jumat (29/11/2019).

 Makanan

Yun-Gwon menuntut pihak Michelin Guide ini karena merasa pihak Michelin menentang keinginannya sebagai pemilik restoran. Sebab, Yun-Gwon secara pribadi tidak mau restorannya masuk ke dalam daftar restoran di Michelin Guide edisi 2019.

Secara eksplisit Yun-Gwon disebutkan telah meminta para penulis panduan tersebut untuk menghapus restorannya dari daftar edisi tahun ini. Tetapi karena permintannya tidak digubris, akhirnya Yun-Gwon memutuskan untuk menuntut secara resmi.

Sebagai seorang juru masak profesional, Yun-Gwon memandang bahwa Michelin Guide adalah sesuatu yang kejam dan tidak adil.

 Pria berpakaian putih

“Michelin Guide adalah sistem yang kejam, itu adalah tes paling kejam di dunia. Memaksa para chef untuk bekerja selama setahun penuh untuk menunggu tes dengan keadaan mereka tidak tahu kapan waktunya tiba. Hal yang memalukan melihat restoran saya diberikan rating di dalam buku yang tidak bermanfaat itu," ungkap Yun-Gwon.

Menurut Yun-Gwon, memasukkan restorannya ke dalam Michelin Guide 2019 ini adalah tindakan korup dan fitnah.

“Seperti hantu, mereka tidak memiliki nomor kontak dan saya hanya bisa menghubungi melalui email. Meskipun saya jelas-jelas menolak restoran saya masuk ke dalam daftar, mereka tetap juga memasukkannya sesuai keinginan mereka untuk edisi tahun ini,” imbuh pendiri Ristorante Eo ini.

 Masakan

Di luar itu, juru masak terkenal Korea ini dikatakan merasa tersinggung dengan bagaimana Michelin Guide memberikan peringkat pada restoran, terutama kriteria yang tidak jelas. Yun-Gwon mengklaim ia telah meminta penulis untuk mengungkap bagaimana pengulas Michelin menilai restoran yang dikunjungi.

Tapi, memang publikasi Prancis tersebut terkenal tertutup tentang prosesnya. Merasa tidak mendapat tanggapan dari pihak Michelin Guide, akhirnya Yun-Gwon meminta agar restorannya dihapus dari panduan, tetapi Michelin tetap memutuskan untuk memasukkannya ke dalam daftar.

Disebutkan lebih lanjut, dengan tuntutan yang dilayangkan oleh Yun-Gwon kepada Michelin Guide, Yun-Gwon mengklaim bahwa dengan memasukkan restorannya di edisi 2019 tersebut pihak Michelin Guide telah melanggar hukum Korea Selatan terhadap penghinaan publik.

Tetapi para ahli hukum mengatakan bahwa tuntutan ini tidak cukup kuat. Sebab untuk mengklaim penghinaan, Michelin Guide harus menggunakan kata-kata kasar dalam uraiannya tentang Ristorante Eo.

Well, walaupun bahkan jika gugatan Eo Yun-Gwon sang chef ini terbukti tidak berhasil, sebagian orang menilai bahwa sang chef telah mencapai tujuannya dengan berhasil membuat sorotan perihal sistem peringkat yang tidak jelas dari Michelin Guide.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini