nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Catat! Kebiasaan Bunyikan Jari dan Leher Bisa Picu Masalah Kesehatan Tulang Jangka Panjang

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 28 November 2019 19:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 28 481 2135636 catat-kebiasaan-bunyikan-jari-dan-leher-bisa-picu-masalah-kesehatan-tulang-jangka-panjang-pWXUacJK2s.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Rasa pegal seringkali datang menyerang saat Anda telah menyelesaikan deadline yang menumpuk, atau terjebak macet hingga berjam-jam lamanya. Banyak orang yang mengakali hal ini dengan dengan menekan bagian punggung hingga menimbulkan bunyi 'krak', sehingga menimbulkan sensasi plong dan menyegarkan.

Tak hanya pada bagian punggung, kebiasaan ini juga sering dilakukan dengan cara menekuk atau menggemeratakkan jari dan kepala. Namun, apakah hal tersebut baik untuk dilakukan?

Dokter Langga, Spesialis Ortopedi Foot and Ankle RS Siloam Kebon Jeruk mengatakan bahwa kebiasaan itu memang tidak akan berdampak secara langsung. Tapi bila dilakukan terus-menerus akan memicu terjadinya pengapuran tulang.

 Laki-laki memegang leher

"Bahayanya sebenarnya tidak signifikan, hanya jari kita punya ruang lingkup sendiri. Kalau kita pretekkin, kita melewati batas tulang lingkupnya. Otomatis dia terjadi pergeseran sedikit letaknya. Nah, kalau itu terus-terusan lama-lama posisinya longgar, artinya dia tidak stabil. Nantinya bisa jadi pengapuran, jangka panjang," ujar dr. Langga di RS Siloam saat di temui di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (28/11/2019).

Dalam beberapa kasus, kebiasaan menggemeratakkan leher justru dapat berakibat fatal. Beberapa waktu lalu, seorang pria dikabarkan meninggal dunia setelah menggemeratakkan bagian lehernya untuk mengusir rasa pegal.

Lantas, mengapa kebiasaan seperti ini masih sering dilakukan masyarakat Indonesia? Sebut saja para tukang cukur rambut yang selalu menawarkan pijat leher setelah selesai memotong rambut pelanggannya.

 Pria berpakaian putih

Menjawab pertanyaan tersebut, dr. Langga mengatakan, hal itu bekaitan erat dengan pola pikir atau mindset yang telah berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Pasalnya, meski sering dilakukan berulang kali, kebiasaan yang dianggap sebagai bagian dari rileksasi ini memang tidak menimbulkan efek langsung, tapi dikhawatirkan akan menimbulkan masalah tulang pada masa tua.

"Rileksasi itu sebenarnya pikiran, kalau misalnya rileksasi itu ada yang muter-muter bolpoin, ada yang garuk-garuk, itu satu bentuk orang mencapai rileksasi seperti apa. kalau bisa sih diubah," tegasnya.

Dokter Langga menyarankan bagi masyarakat yang ingin terlepas dari rasa pegal dan lelah, sebaiknya melakukan stretching. Tujuannya agar otot yang tadinya tegang akan memajang.

"Jangan di 'pretek-pretek' mungkin di streching, jadi nggak usah dipaksa, nanti longgar, mending distreching, memanjangkan tulangnya. Strech berarti dia memanjangkan ototnya dan tidak merusak sendi atau ankle tulang itu sendiri," tukasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini