nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dalam 3 Babak, Iwan Tirta Tampilkan Pertunjukan Wayang lewat Lini Busananya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 29 November 2019 12:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 29 194 2135914 dalam-3-babak-iwan-tirta-tampilkan-pertunjukan-wayang-lewat-lini-busananya-KIEgHvqiN1.jpg Koleksi Iwan Tirta. (Foto: Okezone)

"Tidak meninggalkan akar budaya, namun tetap modern dan relevan akan perubahan zaman. Menghiaskan bumi sejati Sang Maha Pencipta, dalam tiga babak pertunjukan wayang; Talu, Adeg Jejer, dan Adeg Sabrang." Kalimat ini menjadi pembuka dari pagelaran busana Iwan Tirta bertajuk 'Mataguru'.

Ya, tamu yang hadir di acara show Iwan Tirta, semalam diajak menikmati pertunjukan wayang dengan rasa yang berbeda. Instalasi Pohon Hayat dan Gunungan Kekayon yang menjadi background runway mengentalkan pertunjukan wayang itu sendiri.

Terdapat tiga babak pertunjukan, yang disuguhkan dalam fashion show private collection Iwan Tirta ini. Setiap babak menampilkan kekhasan dan keindahan batik yang menjadi salah satu karya seni terbaik Indonesia.

Setiap babak menampilkan kekhasan dan keindahan batik yang menjadi salah satu karya seni terbaik Indonesia

Pada babak pertama, Anda akan dimanjakan dengan koleksi yang cukup bold. Motif Pohon Hayat dan Gunungan Kekayon menyemburkan magis tersendiri. Batik bermotif besar tersaji di koleksi kali ini.

Motif besar sepertinya menjadi DNA baru dalam karya Iwan Tirta. Hal ini terlihat jelas dalam koleksi 'Mataguru'. Anda akan dimanjakan motif penuh dalam satu kain dan ini menjadi statement dalam keseluruhan busana.

Menariknya, meski busana ini bermotif besar dan terkesan klasik, sang creator memasukan unsur modern. Bisa dilihat pada penggunaan kain tulle yang digabungkan di area bawah busana. Ada juga busana dengan material tulle yang diaplikasikan pada bagian lengan busana.

Tidak hanya itu, pada koleksi pria, styling yang diperlihatkan ialah penggunaan celana pendek yang dikombinasikan dengan kemeja batik klasik dengan warna earth tone yang menyejukan.

Kemudian, pada babak kedua puluhan pasang mata dimanjakan motif Keraton dengan palet khas yang sangat klasik. Cokelat menjadi warna yang mendominasi pada babak kali ini.

 Motif yang ditonjolkan dalam babak kedua ini antara lain Parang, Mangkuto, dan Gurdo.

Jika diperhatikan lebih detil, pada babak 'Ajeg Jejer' ini suasana sakral cukup terasa. Ini bisa terjadi karena busana yang ditampilkan merupakan manifestasi dari perjalanan Iwan Tirta mempelajari batik selama puluhan tahun di balik tembok Keraton Jawa. Motif yang ditonjolkan dalam babak kedua ini antara lain Parang, Mangkuto, dan Gurdo.

Pagelaran 'Mataguru' pun mencapai babak akhir, 'Ajeg Sabrang'. Dalam babak ini, koleksi busana dipenuhi motif akulturasi yang terpengaruh budaya Eropa dan China. Makanya, Anda akan lihat warna vibrant, kerah cheongsam khas China, dan beberapa koleksi dengan motif modern.

Motif cerah ini juga bisa Anda lihat dalam koleksi batik khas pesisir Jawa yang ternyata memang mendapat pengaruh besar dari Eropa dan China. Kesan modern-kontemporer pun kuat di babak terakhir ini.

Secara keseluruhan, koleksi 'Mataguru' Iwan Tirta kali ini kuat akan gaya sartorial yang formal-edgy dan berwibawa. Penggunaan kain sutra satin dan sutra tenun memberi keindahan dalam koleksi kali ini.

Adanya material tulle pun memberi nuansa modern kekinian. Sesuai dengan apa yang disampaikan di awal; "Tidak meninggalkan akar budaya, namun tetap modern".

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini