nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peneliti Ungkap Pasien Kanker Lebih Banyak Meninggal Akibat Penyakit Kardiovaskular

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 29 November 2019 11:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 29 481 2135829 peneliti-ungkap-pasien-kanker-lebih-banyak-meninggal-akibat-penyakit-kardiovaskular-wu6Weo8JwI.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Banyak pasien kanker meninggal karena penyakit jantung daripada tumor bawaannya sendiri. Pernyataan tersebut ditemukan dalam penelitian di Amerika Serikat belum lama ini. Para peneliti memeriksa data lebih dari 3,2 juta pasien kanker yang didiagnosis antara 1973 dan 2012.

Studi tersebut mengatakan bahwa 38 persen dari pasien meninggal karena kanker dan 11 persen lainnya meninggal karena penyakit kardiovaskular. Sebanyak tiga dari empat orang dengan penyebab kardiovaskular meninggal karena penyakit jantung.

Risiko meninggal akibat penyakit kardiovaskular ini paling tinggi pada tahun pertama. Hal ini terjadi setelah pasien melewati diagnosis kanker dan hubungan pasien yang didiagnosis dengan tumor sebelum usia 35 tahun.

Penyakit Jantung

"Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien kanker tertentu akan meninggal karena penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung, stroke, aneurisma, tekanan darah tinggi dan kerusakan pembuluh darah," terang ketua penulis penelitian dr. Kathleen Sturgeon dari Penn State College of Medicine.

Penelitian itu juga menemukan bahwa di antara para pengidap kanker dari jenis apa pun, didiagnosis sebelum usia 55 tahun. Risiko kematian akibat kardiovaskular lebih besar 10 daripada populasi umum. Sementara kematian akibat penyakit kardiovaskular kerap dikaitkan dengan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, penyakit serebrovaskular, penyumbatan pembuluh darah dan kerusakan pembuluh darah yang lebih kecil.

Studi tersebut mengamati 28 jenis kanker dan menemukan sebagian besar kematian disebabkan penyakit kardiovaskular. Diagnosis kanker payudara dan kanker prostat masuk dalam prognosis yang baik yang memungkinkan penderitanya memiliki umur yang lebih panjang.

Pasien dengan kanker yang paling agresif dan sulit diobati biasanya menyerang paru-paru, hati, otak, lambung, kandung empedu, pankreas, kerongkongan dan ovarium. Mereka lebih berpotensi meninggal dunia karena kanker yang dimilikinya ketimbang kardiovaskular.

Serangan Jantung

Teknologi dalam perawatan telah membantu banyak pasien kanker bertahan hidup lebih lama. Namun proporsi masyarakat yang meninggal karena penyakit jantung dan penyebab lainnya cenderung terus meningkat.

Efek samping dari perawatan kanker dapat membuat pengidapnya rentan terhadap masalah jantung, terutama pada satu atau dua tahun pertama setelah diagnosis kanker.

Regimen kemoterapi dapat melemahkan otot jantung, dan beberapa terapi baru juga dapat menyebabkan gagal jantung.

Sebagaimana dilansir Asia One, Jumat (29/11/2019), radiasi dapat menyebabkan gangguan irama jantung dan merusak arteri serta katup jantung. Pasien kanker juga memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular lebih tinggi pada tahun pertama diagnosis.

Dokter. Nicholas G. Zaorsky, dari Penn State College of Medicine mengatakan, saat pasien telah berada di rumah sakit, penyakit dan masalah lain, seperti penyakit jantung, disfungsi paru-paru dan gagal ginjal juga terdeteksi.

Penyakit Jantung

"Kami berharap temuan ini akan meningkatkan kesadaran pada pasien, dokter perawatan primer, ahli kanker dan ahli jantung mengenai risiko penyakit kardiovaskular di antara pasien kanker. Perawatan kardiovaskular yang lebih awal, lebih agresif dan terkoordinasi juga wajib dilakukan," tutup Zaorsky.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini