nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mandikan Jenazah Pasien HIV Perlu Penanganan Khusus?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 01 Desember 2019 17:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 29 481 2136043 mandikan-jenazah-pasien-hiv-perlu-penanganan-khusus-stLPCvW3Rk.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone)

Mantan suami sekaligus salah seorang aktor di film biru 'Vina Garut', Rayya, meninggal dunia beberapa waktu lalu. Sebelum menghembuskan napas terakhir, Rayya diketahui idap penyakit ganas, mulai dari HIV, gagal ginjal, dan stroke.

Makanya, setelah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus film 'Vina Garut', Rayya kerap bolak balik rumah sakit untuk melakukan pengobatan. Namun, ajal pun datang dan Rayya diketahui meninggal dunia dengan penyakit HIV di tubuhnya.

Di sisi lain, kita tahu bersama kalau pasien HIV meninggal dunia, biasanya pihak rumah sakit yang akan memandikan jenazahnya. Tapi, apakah Anda tahu kenapa ini dilakukan? Apakah berkaitan dengan ketakutan penularan penyakit?

Menjawab hal tersebut, Okezone coba mewawancarai Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Ari Fahrial Syam, SpPD, menurutnya memandikan jenazah dengan penyakit menular di dalam tubuhnya, tidak ada bedanya dengan memandikan pasien lain.

HIV

Ketika pasien itu meninggal dan diputuskan untuk dimandikan di rumah sakit, pada prinsipnya setiap jenazah dianggap berisiko untuk bisa menularkan penyakit. Makanya, tidak ada kemudian pembedaan perilaku jenazah yang memang meninggal akibat penyakit menular dengan jenazah yang meninggal bukan karena penyakit menular.

"Kita tidak membedakan pasien, yang penting dilakukan secara general precaution," terang dr Ari pada Okezone melalui pesan singkat, beberapa waktu lalu.

Dia melanjutkan, maksud dari general precaution ini ialah tindakan kehati-hatian yang berlaku secara umum dan tidak ada perbedaan untuk menghadapi pasien dengan infeksi tertentu, termasuk HIV.

Lalu, bagaimana proses memandikannya?

Dokter Ari menjelaskan, karena tidak ada perbedaan antara satu pasien dengan pasien lain, ya, memandikan jenazah pasien dengan HIV, sama saja dengan jenazah pasien lainnya.

Jenazah

Jadi, yang memandikan jenazah harus menggunakan alat pelindung diri. Alat pelindung diri ini meliputi sarung tangan, masker atau respirator, pelindung mata (perisai mata atau kacamata), kap, baju pelindung seperti dokter melakukan tindakan operasi, apron, dan barang lainnya yang dibutuhkan.

Dokter Ari menambahkan, jadi tidak ada yang namanya tindakan pembeda antara jenazah dengan penyakit HIV, Hepatitis B, atau Hepatitis C. Semua pasien yang memang mempunyai infeksi kronis dan pasien yang tidak memiliki penyakit kronis, penanganan memandikannya sama.

Pita HIV

"Namun, pelindung diri menjadi penting sebagai upaya untuk mencegah penularan," pungkas dr Ari.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini