nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Tahap Gejala Virus HIV Menyerang Tubuh, Jangan Sampai Telat Berobat

Fadhilah Annisa, Jurnalis · Sabtu 30 November 2019 00:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 29 481 2136219 3-tahap-gejala-virus-hiv-menyerang-tubuh-jangan-sampai-telat-berobat-eHqKmERVDn.jpg HIV/AIDS (Foto: Huffingtonpost)

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. HIV akan menyerang sistem kekebalan tubuh yang membuat tubuh menjadi lemah sehingga rentan terkena berbagai penyakit.

Infeksi HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan stadium akhir dari infeksi virus HIV.

Infeksi HIV terjadi dalam tiga tahap. Tanpa perawatan, penyakit ini semakin memburuk seiring berjalannya waktu dan akhirnya mengalahkan sistem kekebalan Anda. Gejala Anda akan tergantung pada stadium Anda. Berikut tanda-tanda dan gejala infeksi HIV AIDS yang dapat kamu simak, dilansir dalam WebMD, Sabtu(30/11/2019).

 Virus HIV

Tahap pertama: Gejala Infeksi HIV Akut

Kebanyakan orang tidak langsung mengetahui jika mereka sudah terinfeksi HIV. Gejala ini akan terjadi dalam 2 sampai 6 minggu setelah mereka terserang virus HIV. Inilah saatnya sistem kekebalan tubuh Anda berkelahi. Ini biasa disebut dengan sindrom retroviral akut atau infeksi HIV primer.

Gejalanya mirip dengan penyakit virus lain, seperti penyakit yang sering menyerang manusia yaitu flu. Mereka biasanya bertahan selama satu atau dua minggu dan kemudian hilang kembali. Berikut tanda-tanda awal HIV menyerang tubuh seseorang:

· Sakit kepala

· Kelelahan

· Otot sakit

· Sakit tenggorokan

· Pembengkakan kelenjar getah bening

· Ruam merah yang tidak gatal, biasanya pada tubuh Anda

· Demam

Jika Anda memiliki gejala seperti ini dan mungkin Anda telah melakukan kontak dengan seseorang yang memiliki gejala HIV dalam 2 hingga 6 minggu terkahir, Anda sebaiknya pergi ke dokter dan segera melakukan tes HIV. Tes awal penting karena ada dua alasan. Yang pertama, pada tahap ini kadar HIV dalam darah dan cairan tubuh Anda sangat tinggi. Kedua, memulai pengobatan sesegera mungkin yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda dan mengurangi gejala yang dialami.

Tahap kedua: Gejala Latensi Klinis

Setelah sistem kekebalan tubuh kalah melawan HIV, gejala-gejala seperti flu akan hilang. Tetapi ada banyak hal yang terjadi di dalam tubuh Anda. Dokter menyebut ini periode tanpa gejala atau infeksi HIV kronis.

 Ilustrasi HIV

Di dalam tubuh Anda, sel-sel yang disebut sel T CD4 mengoordinasikan untuk respons sistem kekebalan Anda. Selama tahap ini, HIV yang tidak diobati akan membunuh sel CD4 dan menghancurkan sistem kekebalan tubuh Anda. Anda bisa melakukan tes darah utnuk memeriksa berapa banyak sel yang Anda miliki.

Tahap Ketiga: Gejala AIDS

AIDS adalah tahap lanjutan dari infeksi HIV. Ini biasanya ketika jumlah sel T CD4 Anda turun di bawah 200 dan sistem kekebalan tubuh Anda rusak parah. Anda mungkin terkena infeksi oportunistik, penyakit yang lebih sering terjadi dan lebih buruk pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang melemah. Beberapa di antaranya, seperti sarkoma Kaposi (suatu bentuk kanker kulit) dan pneumocystis pneumonia (penyakit paru-paru), juga dianggap "penyakit terdefinisi AIDS."

Jika Anda tidak tahu sebelumnya bahwa Anda terinfeksi HIV, Anda mungkin menyadarinya setelah Anda memiliki beberapa gejala berikut:

· Menjadi lelah sepanjang waktu

· Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau pangkal paha Anda

· Demam yang berlangsung lebih dari 10 hari

· Berkeringat di malam hari

· Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas

· Bintik-bintik keunguan pada kulit Anda yang tidak hilang

· Sesak napas

· Diare berat, jangka panjang

· Infeksi ragi di mulut, tenggorokan, atau vagina Anda

· Memar atau berdarah yang tidak bisa Anda jelaskan

Orang dengan AIDS yang tidak mengkonsumsi obat sama sekali akan hidup sekitar 3 tahun, atau kurang jika mereka terkena infeksi lain. Tetapi HIV masih dapat diobati pada tahap ini. Jika Anda mulai menggunakan obat-obatan untuk HIV maka tetap gunakanlah, jangan lupa untuk mengikuti saran dokter, dan selalu menjaga kesehatan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini