Suka Duka Hubungan LDR, Antara Yogyakarta dan Jakarta

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 30 November 2019 01:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 29 612 2136200 suka-duka-hubungan-ldr-antara-yogyakarta-dan-jakarta-09B7KOdqt6.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

CINTA yang begitu kuat membuat seseorang rela melakukan apa saja. Salah satunya adalah melakukan hubungan jarak jauh atau biasa disebut dengan Long Distance Relationship (LDR). Tentu menjalani hubungan LDR tidaklah semudah yang dibayangkan. Dibutuhkan kejujuran dan keseriusan terhadap pasangan untuk menjalani hubungan ini.

Meski cukup sulit dijalani, namun banyak orang yang berhasil menjalaninya meski penuh suka duka. Salah satunya adalah Dya (nama samaran) yang berhasil menjalani hubungan LDR dengan sang kekasih hingga lebih dari enam tahun lamanya. Dya tinggal di Yogyakarta dan bekerja di salah satu perusahaan swasta di kota tersebut.

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Sementara pacarnya, Dio (nama samaran) pergi merantau dengan bekerja di Jakarta. Keduanya bertemu dan menjalin hubungan sejak berada di bangku kuliah. Kala itu mereka berdua sama-sama menuntut ilmu di Yogyakarta dan orangtua kedua pihak juga telah mengenal satu sama lain dengan baik. Hingga akhirnya ujian datang dalam hubungan mereka setelah lulus kuliah.

Ilustrasi. Foto: Istimewa 

“Awalnya sih (red. menjalani hubungan LDR) kaya kesepian begitu, karena biasa sama-sama terus kan. Main bareng, makan bareng, ngumpul bareng, kadang dia juga suka ke rumah buat nemenin atau sekadar ketemu ibu,” ujar Dya kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Namun rasa sayang yang selama beberapa tahun dipupuk membuat pasangan tersebut tak gentar untuk menjalani LDR. Dya mengakui bahwa awal menjalani LDR dirinya sangat protektif terhadap pasangannya karena merasa khawatir dan rindu yang tak terbendung. Tapi lama-kelamaan perasaan tersebut mulai menghilang dan Dya pun mulai bisa menerima kenyataan jauh dari kekasihnya.

“Seminggu pertama LDR jadi kaya overprotektif begitu. Mungkin karena khawatir dan kangen juga, soalnya hampir setiap hari kan selalu ketemu sebelumnya. Tapi lama-lama sudah mulai terbiasa. Kalau kangen biasanya video call biar sama-sama bisa lihat kondisi masing-masing. Tapi kalau lagi sibuk biasanya cuma pakai WA (WhatsApp) saja,” lanjutnya.

Berbicara soal hubungan, Dya mengaku sering bertengkar dengan Dio. Namun karena sudah saling mengenal karakter satu sama lain, keduanya bisa mengatasi pertengkaran tersebut. Salah satu cara yang paling sering digunakan pasangan ini adalah cuek-cuekan satu sama lain hingga hubungan mereka membaik dengan sendirinya.

“Berantem sering, biasanya karena masalah-masalah sepele. Biasa kalau sudah berantem saya cuekin saja. Percuma juga ngomong panjang lebar kalau lagi emosi, yang ada masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Jadi cuekin saja sampai hilang marahnya, terus kangen dan jadi baik sendiri. Untungnya sampai sekarang pakai cara itu hubungan masih awet dan bisa bertahan,” timpalnya.

Lebih lanjut, meski menjalani hubunganLDR, namun Dya dan Dio juga kerap menyempatkan diri untuk bertemu, yakni kala mereka memiliki waktu kosong. Mereka akan mengambil cuti secara bergantian untuk mengunjungi satu sama lain.

“Ketemu lumayan sering kok. Biasa, saya cuti, samperin dia ke Jakarta, atau dia ambil cuti buat pulang ke Yogyakarta. Pokoknya saat ada waktu kosong, saya usahakan ketemuan. Tapi kadang ketemunya singkat cuma beberapa jam saja. Tapi seenggaknya bisa ketemuan kan, daripada enggak sama sekali,” pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini