nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Orangtua Ditinggal Mati Dua Anaknya Akibat HIV

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 30 November 2019 01:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 30 481 2136246 kisah-orangtua-ditinggal-mati-dua-anaknya-akibat-hiv-VqUvL3krzd.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

ORANGTUA mana yang tidak sedih ketika melihat anaknya terbujur kaku, tak berdaya disebabkan oleh virus HIV, hingga akhirnya si buah hati meninggal. Tapi kenyataan tersebut harus diterima oleh seorang ibu bernama Emma (nama samaran).

Air matanya selalu menetes ketika mengingat kepergian dua putranya akibat narkoba yang berujung mengidap HIV. Tapi apa daya, nasi sudah menjadi bubur.

Emma dianugerahi tiga anak laki-laki dari sang suami yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun Emma dinilai sebagai sosok yang cuek dan terlihat kurang perhatian terhadap anaknya. Ketidakpedulian itu bukan tanpa sebab, namun karena Emma adalah tipikal wanita pekerja yang berusaha hidup mandiri dengan berdagang.

Kehidupan Emma pun berjalan selayaknya keluarga normal pada umumnya. Tahun-tahun pun berganti hingga salah satu anaknya lulus kuliah di perguruan tinggi. Namun kehidupan sang anak tidak sesuai dengan apa yang diprediksi, anaknya yang paling tua bernama Giri (nama samaran) tak kunjung mendapatkan pekerjaan.

 

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Hal tersebut membuatnya frustrasi, namun ia tidak bisa meluapkan keluh-kesahnya terhadap sang ibu karena sikap orangtua yang cenderung cuek. Hingga akhirnya ia bertemu dengan seorang wanita yang sempat menjadi kekasihnya. Perhatian yang diberikan oleh sang kekasih membuatnya merasa nyaman karena mereka saling menyayangi.

Namun sang kekasih itulah yang secara tidak langsung memperkenalkan Giri kepada narkoba. Tanpa disadari Giri pun ikut terjerumus dan menggunakan barang haram tersebut. Sejak Giri menggunakan narkotika, ia pun tidak sungkan untuk menjual barang-barang yang dimilikinya agar punya uang untuk membeli narkotika.

Ilustrasi. Foto: Istimewa 

Bertahun-tahun ia mengonsumsinya, hingga pada akhirnya tubuh Giri mulai sakit. Satu per satu organ tubuhnya mengalami komplikasi hingga membuat kesehatannya drop, dan tak jarang mengalami sakau, lalu kemudian divonis mengidap HIV.

“Waktu itu enggak tahu kalau dia (Giri) pakai narkoba. Pokoknya dia sering sakit-sakitan dan enggak mau makan. Sering juga mengurung diri di dalam kamar. Awalnya dikira sakit biasa, tapi ternyata sudah komplikasi ke banyak organ tubuhnya hingga akhirnya tidak dapat tertolong lagi,” ucap Emma saat dihubungi Okezone beberapa waktu lalu.

Parahnya kerusakan dalam tubuh Giri membuat nyawanya tidak tertolong. Selang beberapa tahun kemudian, anak kedua Emma yang bernama Ardi (nama samaran) sakit-sakitan. Ternyata Ardi juga seorang pemakai narkotika dan terjerumus karena salah pergaulan.

Berbeda dengan Giri yang menggunakan narkotika jenis serbuk dan tablet, Ardi justru menggunakan narkotika jenis suntik. Akibat penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan digunakan secara bergantian, Ardi pun terjangkit virus HIV. Ia kerap mengalami kejang-kejang, keringat dingin, dan menggigil hampir setiap hari.

Berkaca dari kasus Giri yang telah meninggal beberapa tahun sebelumnya, kedua orangtuanya pun berupaya melakukan hal yang terbaik untuk kesembuhan anaknya. Mereka berupaya mencari pengobatan alternatif karena hingga saat ini dunia kedokteran masih belum menemukan cara untuk mengobati orang yang terkena HIV.

“Dulu berobat kesana kemari, pernah coba menggunakan buah merah dari Papua tapi tetap saja tidak sembuh. Sampai akhirnya dokter pun menyerah dan hanya bilang tinggal menunggu waktu saja. Saya hanya bisa berpesan untuk para orangtua agar bisa lebih memperhatikan anak supaya tidak mengalami hal seperti saya,” pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini