nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenali HIV, Penyakit Super Berbahaya Meskipun Tidak Membunuh

Dewi Kania, Jurnalis · Minggu 01 Desember 2019 15:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 01 481 2136610 mengenali-hiv-penyakit-super-berbahaya-meskipun-tidak-membunuh-zVlqjcdhTs.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TAHUKAH Anda, HIV/AIDS menjadi salah satu kategori penyakit infeksi menular Seksual (IMS) yang harus dihindari. Ada beberapa fakta yang mesti Anda pahami terkait IMS itu sendiri.

IMS memang menjadi momok bagi kalangan tertentu, misalnya dari golongan orang yang doyan berhubungan intim secara tidak sehat. Selain HIV/AIDS, di Indonesia banyak orang terserang penyakit IMS.

Spesialis Kulit dan Kelamin dr Yudo Irawan, SpKK menjelaskan, ada beberapa jenis penyakit IMS yang menghantui seseorang. Termasuk sifilis, gonore, kutil Kelamin, herpes simpleks, hepatitis B dan HIV/AIDS.

"Kalau di Indonesia IMS terbanyak adalah kutil kelamin. Menyusui sifilis, gonore atau kecing nanah, lalu HIV/AIDS," ucap Dokter Yudo ditemui di Gedung Kemenkes RI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Selain HIV/AIDS, di Indonesia banyak orang terserang penyakit IMS.

Tahun 2016 WHO memperkirakan ada kasus baru penyakit sifilis sebesar 376 juta. Ada juga penyakit klamidia sebesar 127 juta dan gonore sebesar 87 juta. Pada tahun 2018 kasus baru HIV/AIDS sebesar 37,9 juta.

Kasus IMS di Indonesia setiap tahun jumlahnya meningkat. Untuk ODHA diperkirakan kasusnya sebesar 634.000 orang. Prevalensi individunya dari usia 15 sampai 49 tahun mencapai 0,3 persen.

Contoh kasusnya lainnya, sebut Dokter Yudo, terdapat penyakit sifili. Dilaporkan berdasarkan pendekatan sindrom, meningkat sebanyak 4.000 kasus, dari tahun 2011 ke tahun 2016.

"IMS biasanya ditularkan melalui hubungan seksual, lewat darah dari jarum suntik, serta ditularkan dari ibu dan anak," terang Dokter Yudo.

Dilaporkan berdasarkan pendekatan sindrom, meningkat sebanyak 4.000 kasus, dari tahun 2011 ke tahun 2016.

Selain itu, faktor risiko penularan lainnya yakni seseorang kerap berganti pasangan seksual, berhubungan intim dengan pekerja seks, tidak memakai kondom, hingga bercinta dengan sesama jenis. Kemudian, orang yang sebelumnya mengidap penyakit IMS juga rentan menderita HIV/AIDS.

Dampaknya tentu dapat berakibat buruk bagi seseorang. Belum lagi menjadi beban negara karena harus menanggung pengobatan pasien.

"Makanya, edukasi perlu dilakukan ke berbagai kalangan untuk menghindari faktor risiko. Penyakit HIV tidak membunuh, tapi harus dicegah cara penularannya," pungkas Dokter Yudo.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini