nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jarum Akupuntur Tidak Higienis, 115 Pasien Alami Infeksi Bakteri Mengerikan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 01 Desember 2019 20:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 01 481 2136653 jarum-akupuntur-tidak-higienis-115-pasien-alami-infeksi-bakteri-mengerikan-BOm7nm1IQc.jpg akibat jarum akupuntur tidak higienis (Foto: Worldofbuzz)

AKUPUNTUR telah ada sejak ratusan tahun lalu. Metode pengobatan dengan cara menusukkan jarum di beberapa titik tubuh manusia itu dipercaya dapat melancarkan peredaran darah dan saraf . Namun hal buruk justru terjadi di Kaifeng, China sekira 115 orang justru mengalami infeksi akibat terkontaminasi bakteri yang disebabkan oleh akupuntur.

Diperkirakan sang praktisi kurang higienis dalam membersihkan jarum akupuntur yang digunakan untuk menusuk para pasiennya. Akhirnya pasien-pasien tersebut menderita infeksi bakteri parah akibat jarum kotor yang sudah terkontaminasi. Berdasarkan laporan iFeng pada 28 November 2019, mereka mengonfirmasi bahwa 115 orang menderita bisul kulit akibat peristiwa itu.

 Ilustrasi akupuntur

Bisul tersebut timbul setelah mereka menjalani metode akupuntur di sebuah klinik yang ada di Kaifeng, Henan. Kabarnya praktisi medis yang melakukan terapi akupuntur tersebut adalag dr. Fan yang cukup terkenal di desa. Mengejutkannya lagi, dr. Fan rupanya bukanlah seorang dokter melainkan fisioterapis berlisensi dan telah melakukan metode akupuntur sejak 2013.

Kabarnya para pasien telah terinfeksi oleh bakteri yang dikenal dengan nama Mycobacterium Abscessus dan diyakini berasal dari jarum dan peralatan yang tidak dibersihkan atau didesinfeksi dengan cara yang benar. Bakteri ini adalah spesies yang resistan terhadap berbagai jenis obat yang umum terjadi pada kontaminasi tanah dan air.

 Korban akupuntur

Sebagaimana dilansir World of Buzz, Minggu (1/12/2019), peralatan akupuntur yang tidak dibersihkan dengan baik menyebabkan pasien mengalami infeksi kulit akibat jarum yang kotor. Untungnya infeksi ini masih bisa diobati meski melewati proses yang panjang dan lambat. Para dokter harus berjuang untuk menemukan obat yang tepat untuk mengatasi infeksi tersebut.

Salah satu suami pasien mengatakan bahwa istrinya akan pergi berobat ke dr. Fan setiap 10 hari sekali untuk mengobati sakit pada kakinya. Ia sempat berobat sebanyak tiga kali sebelum mengalami gatal-gatal, kemerahan, pembengkakan dan rasa sakit selama pengobatan. Kondisi ini ternyata semakin memburuk hingga kulitnya membusuk pada kaki yang terinfeksi.

Kaki istri pria tersebut juga mengalami banyak luka terbuka seperti melepuh. Semakin banyak orang yang datang untuk mengeluh membuat masyarakat melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. secara mengejutkan mereka menemukan 115 orang di daerah tersebut terinfeksi bakteri. Hingga saat ini 20 orang telah dipulangkan sementara 95 lainnya masih dirawat di rumah sakit.

Sambil menyelidiki kasus ini, dr. Fan telah ditangkap pihak kepolisian untuk diinterogasi. Ijin praktiknya telah dicabut dan tidak jelas apakah ia akan didakwa telah melakukan tindak pidana. Pihak kepolisian juga telah menutup klinik akupunturnya untuk mengurangi korban berikutnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini