nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Pasutri ODHA Mengentas Stigma Negatif Tentang HIV/AIDS di Masyarakat

Annisa Ratna Setiawati, Jurnalis · Minggu 01 Desember 2019 20:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 01 481 2136660 kisah-pasutri-odha-mengentas-stigma-negatif-tentang-hiv-aids-di-masyarakat-qPbth87E8q.jpg Pasutri ODHA (Foto; Youtube)

Banyak orang yang belum begitu paham tentang HIV/AIDS sering bertanya-tanya, "ODHA itu apa, sih?" ODHA adalah singkatan dari Orang dengan HIV atau AIDS. Dengan kata lain, ODHA adalah sebutan bagi orang-orang yang telah terjangkit penyakit HIV atau AIDS. Dilansir dari akun youtube kitabisa, Minggu (1/12/2019), pasturi ini menceritakan kisahnya.

Nurdianto atau biasa dikenal sebagai Antonio dan Ida Farida biasa dipanggil Chani, adalah pasangan suami istri yang positif HIV. Antonio sehari-hari bekerja sebagai Case Manager di Yayasan Suwitno sebagai pendamping teman-teman yang terkena HIV positif. Sementara Ida, seorang pendamping di klinik Globalindo.

 Pasutri ODHA

Dimulai dari Ida, awal mula Ida tau bahwa ia mengidap HIV positif sewaktu ia menikah dengan Singaporean saat di Singapur. Ketika Ida ingin pengajuan PR (Permanent Residence), sebelumnya diadakan test PITC (Konseling dan test HIV) terlebih dahulu.

"Lalu saya dapat surat cinta dari dokter, katanya HIV/AIDS positif. Akhirnya ya udah, aku ga bisa jadi PR (Permanent Residence)." Ujar Ida, pada wawancaranya di akun youtube tersebut.

Ida mengaku sempat depresi dan ingin melompat dari lantai 12, sampai akhirnya ia butuh pengobatan serta dukungan. Kala itu, mantan suaminya tidak mendukung sama sekali sampai akhirnya Ida memilih pisah dan pindah untuk pengobatan di Jakarta.

Untuk Antonio, pertama kali ia terdiagnosa HIV positif tepatnya pada tanggal 3 Agustus 2012. Ia lalu mencoba untuk mengkomunikasikan kondisinya kepada kedua orangtua, saat setelah salat  berjamaah. Tentu saja orangtua Antonio terpukul dan setelahnya Antonio diantar bertemu dengan dokter.

 Pasutri ODHA

Kisah Ida dan Antonio berawal ketika mereka bertemu di rumah sakit saat Antonio tengah betugas di rumah sakit. "Dibilang cinlok juga enggak. Saya lagi bertugas dan Ida datang lalu ngobrol-ngobrol santai." Ujar Antonio saat menceritakan kisahnya dengan Ida.

Lalu Antonio kembali melanjutkan, "Ya, namanya teman sharing nanya 'gimana Ida sama pacar yang sebelumnya, jadi nikah ga?' Pas tau Ida ga jadi nikah saya nyeletuk lagi, 'mau ga, nikah sama saya?' gitukan. Yaudah, disitu akhirnya Bismillah saya ingin menikah dengan Ida."

Ida dan Antonio menikah pada tanggal 1 Desember 2017, tanggal tersebut juga sengaja mereka pilih karena bertepatan dengan hari AIDS se-Dunia. Hari tersebut menjadi momen dan titik balik bagi Ida dan Antonio yang mengidap HIV positif, bahwa mereka akan selalu saling support untuk melakukan kegiatan yang positif.

Saat ini, Ida dan Antonio sedang program baby dan tengah mengupayakan agar anak mereka negatif. Antonio dan Ida mempunyai keinginan untuk mengedukasi orang-orang bahwa mereka yang terdiagnosa HIV positif bisa untuk menikah, punya anak (bahkan anaknya pun bisa negatif HIV), berhak bahagia, dan bisa untuk bekerja. Pasturi tersebut menekankan bahwa orang-orang tidak perlu takut dan sembunyi.

"Buat masyarakat pada umumnya, jauhi virusnya, bukan orangnya. Untuk teman-teman yang merasa beresiko, lakukanlah test sedini mungkin. Untuk teman-teman ODHA, tetap semangat! Beranikan diri untuk coming up bukan menutup diri. Kita masih bisa bergaul dengan yang lain, ga perlu takut disitgma atau diskriminasi. Kita juga harus mengedukasi kepada yang lain. Kalau terus menutup diri, mau sampai kapan?" Ungkap Antonio saat diminta untuk memberi pesan-pesan kepada publik.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini