nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hasil Survei: Ruang Terbuka Kurangi kekerasan Orangtua Terhadap Anak

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Selasa 03 Desember 2019 03:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 03 196 2137149 hasil-survei-ruang-terbuka-kurangi-kekerasan-orangtua-terhadap-anak-QHbKbkjmxk.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Semakin banyak ruang terbuka, maka semakin turun angka kekerasan anak yang dilakukan oleh orangtuanya sendiri. Hal ini terungkap dalam hasil survei yang baru-baru ini dilakukan di Indonesia.

Dalam hasil survei yang dilakukan Hanwha Life bersama Wahana Visi Indonesia, terungkap keberadaan ruang terbuka menghasilkan hal-hal positif dalam tumbuh kembang anak.

 Taman bermain

Survei ini menghasilkan lima poin. Pertama, 9 dari 10 anak memiliki kegiatan positif pada waktu luang. Kedua, 69% anak memiliki hubungan yang kuat dengan orangtua, atau meningkat 20%.

Kemudian, 98% anak merasakan dukungan dari orangtua dan lingkungan, atau meningkat 11%. Sementara 22% orangtua tidak lagi membentak anak. Terakhir, 17% orangtua tidak lagi menggunakan kekerasan terhadap anak.

Adapun survei tersebut dilakukan pada tahun 2018 dengan melibatkan lebih dari 50 responden orangtua dan 200 anak usia 6-18 tahun di kawasan Jatinegara Kaum.

"Kami melihat bagaimana ruang publik terbuka memiliki manfaat positif yang besar, terutama dalam hal psikologis bagi anak dan orangtua," ujar CEO Hanwha Life Insurance Indonesia, David Yeom dalam pembukaan RPTRA Anggrek Rawasari di Cempaka Putih baru-baru ini.

 Taman bermain

Di Indonesia sendiri, ruang terbuka yang dimaksud bisa ditemukan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Salah satu tujuannya adalah untuk memenuhi hak anak agar dapat hidup dan tumbuh berkembang secara optimal, seperti melalui aktivitas fisik.

"Kami harap RPTRA Anggrek Rawasari dapat mendukung tumbuh kembang serta mengembangkan minat dan bakat anak. Masyarakat juga dapat menikmati manfaat lebih dari fasilitas yang ramah lingkungan,” kata Doseba Tua Sinay, National Director Wahana Visi Indonesia.

Menurut World Health Organization (WHO) aktivitas fisik memiliki manfaat yang sangat besar bagi anak-anak, mulai dari meningkatkan pertumbuhan tulang, otot dan sendi, mencegah obesitas, sampai memberikan kesempatan bagi anak untuk mengekspresikan diri, belajar berinteraksi sosial dan membangun rasa percaya diri.

Rencana kerja WHO tahun 2018-2030 sendiri berjudul “More Active People for a Healthier World” yang mengarahkan untuk meningkatkan akses ruang publik terbuka. Khusus untuk Indonesia, WHO mengungkapkan sebanyak 86,4% anak usia 11-17 tahun tidak melakukan aktivitas fisik lebih dari 1 jam setiap hari.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini