nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peneliti Ciptakan Toilet Berteknologi Canggih, Bisa Bersihkan Diri Sendiri

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 03 Desember 2019 15:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 03 612 2137369 peneliti-ciptakan-toilet-berteknologi-canggih-bisa-bersihkan-diri-sendiri-8dibvVMXCL.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Pernahkah Anda merasa jijik saat melihat noda kotoran yang masih menempel di pinggir toilet? Jika Anda pergi ke toilet umum pasti berpotensi besar menemukan kejadian ini. Namun Anda tak perlu khawatir, pasalnya sekelompok ilmuwan di Penn State University telah membuat penemuan dengan membuat lapisan toilet yang sangat licin.

Bahan yang sangat licin ini berfungsi untuk mencegah noda kotoran untuk menempel pada permukaan. Biasanya kotoran manusia kerap menempel pada dinding toilet dan tidak bisa hilang begitu saja dengan menyiramnya dengan air. Alhasil sikat toilet ataupun pemutih dibutuhkan untuk membersihkan noda yang menempel pada dinding toilet akibat kotoran manusia.

 Toilet

Profesor Teknik Mesin dan Biomedis, Tak-Sing Wong, mengatakan selain bisa membuat noda kotoran tidak melekat pada dinding toilet. Penemuan ini juga bisa membantu menghemat banyak air selama proses penyiraman. Lapisan tersebut juga lebih higienis dan sehat karena dilengkapi dengan lapisan anti-bakteri.

“Tim kami telah mengembangkan lapisan anti-bakteri yang bisa menahan cairan dan lumpur sekaligus pengusir bakteri yang ampuh pada bagian dasarnya. Teknologi ini mampu membuat toilet bisa membersihkan dirinya sendiri,” tutur Tak-Sing Wong, melansir dari VT, Selasa (3/12/2019).

Menurut para ilmuwan di PSU, pengembangan baru yang mereka lakukan ini dapat memangkas jumlah air yang dibutuhkan untuk membuat kotoran sebesar 90 persen. Selain itu teknologi ini juga bisa mencegah penumpukan bakteri yang menimbulkan bau yang sangat kuat.

Para peneliti menyebut rata-rata toilet menggunakan sekira enam liter air untuk membuang kotoran yang ada di dalamnya. Secara kolektif para peneliti mengatakan terdapat lebih dari 141 miliar liter air yang digunakan setiap hari hanya untuk menyiram toilet. Dengan lapisan baru yang diciptakan ini, bisa memotong konsumsi penggunaan air hingga 50 persen lebih sedikit.

Teknologi baru ini dikembangkan oleh Jing Wang yang merupakan lulusan doktoral dari labolatorium Wong mengatakan terdapat semprotan dua langkah yang ditembakkan pada toilet keramik tersebut.

toilet ini terbuat dari polimer yang ditempelkan secara molekuler. Ini adalah langkah pertama yang bisa dilakukan untuk membangun fondasi yang sangat halus dan anti air.

Saat mengering semprotan pertama menumbuhkan molekul yang terlihat seperti rambut kecil dengan diameter sekira satu juta kali lebih tipis daripada bulu manusia. Selanjutnya spray kedua akan menyemprotkan lapisan tipis pelumas di sekitar nanoskopik untuk menciptakan permukaan yang super licin.

“Ketika kita meletakkan pelapis itu di toilet laboratorium dan membuang kotoran sintetis di atasnya, maka kotoran tersebut akan sepenuhnya meluncur ke bawah dan tidak ada yang menempel sedikit pun pada dinding toilet. Lapisan ini juga dapat bertahan selama 500 kali flush sebelum perlu diterapkan kembali,” lanjutnya.

Tidak hanya semprotan yang bisa mengurangi limbah air rumah tangga, para peneliti ini berharap dapat membantu meningkatkan negara di dunia yang memiliki persediaan air minim. Mereka juga jadi bisa mengurangi bakteri berbahaya yang ada di dalam kloset tanpa air.

“Kotoran yang menempel pada toilet tidak hanya menjijikkan bagi penggunanya, tetapi juga bisa menimbulkan masalah serius. Namun berkat lapisan toilet ini, maka bisa memberikan keamanan kepada masyarakat secara luas,” tuntasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini