nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Kesalahan Orangtua Baru saat Mendisiplinkan Anak

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 05 Desember 2019 05:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 04 196 2137893 7-kesalahan-orangtua-baru-saat-mendisiplinkan-anak-uIZRn72iwK.jpeg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Mengurus anak sejatinya memang tidak pernah mudah. Terlebih lagi di usia masa pertumbuhan. Anak-anak sedang sangat penasaran, ingin mencoba segala sesuatu.

Maka dari itu sudah menjadi tugas orangtua untuk mendisiplinkan anak, agar mereka tidak kebablasan. Namun biasanya, ada beberapa kesalahan yang biasa dilakukan oleh para orangtua baru mendisplinkan anak.

Apa saja kesalahan tersebut? Melansir Asiaone, berikut ulasan singkat tentang tujuh kesalahan dasar yang biasa dilakukan orangtua baru saat mendisiplinkan anak.

1. Reaksi yang berlebihan

Terkadang reaksi terbaik saat anak melakukan tindakan yang tidak seharusnya adalah dengan tidak meresponnya sama sekali. Hindari bereaksi berlebihan untuk setiap tingkah laku anak, kalau tidak kita akan seharian penuh hanya berkonfrontasi dengan anak.

Mendisiplinkan anak

2. Kurang menjelaskan

Anak biasanya akan mematuhi aturan jika ia mengerti apa tujuan dari aturan tersebut. Jadi sebaiknya jangan cuma larang anak, tapi jelaskan dengan detail mengapa tindakan tersebut tidak boleh ia lakukan. “Jangan ke situ, karena berbahaya jadi kamu bisa saja jatuh” , “Kalau kamu membereskan mainanmu setelah dipakai, hal itu membuat Ibu senang,”

3. Kebablasan menggunakan “hukuman”

Gampang memang menggunakan hukuman pada anak, tapi semakin sering digunakan maka akan semakin tidak efektif. Pastikan hukuman yang diterapkan juga bersifat adil.

4. Ancaman kosong

Jangan gunakan ancaman yang tidak bisa Anda lakukan sebagai orangtua. Contohnya, mengancam membuang mainan anak saat ia sedang tidak patuh atau nakal. Intinya jangan berucap ancaman yang tidak realistis, sebab anak lama kelamaan akan menganggap kita sebagai orangtua tidak serius. Alhasil, anak jadi tak ragu untuk mengulangi kenakalannya lagi karena ancaman itu kosong, tidak benar-benar terjadi.

Mendisiplinkan anak

5. Mengomel terus-terusan

Sebagai orangtua sejatinya kita harus menahan diri dan mengontrol emosi. Tidak ada gunanya mengomeli anak sepanjang hari. Jika iya, berhentilah dan coba pikirkan cara Anda untuk mendekati anak.

6. Pemerasan

Seringkali orangtua “menjanjikan sesuatu” jika anak berlaku baik menuruti semua keinginan orangtua. Jika terus-terusan begini, anak balita Anda akan mulai mengharap atau bahkan meminta reward atas segala hal yang ia lakukan.

7. Mengkritik anak

Mendisiplinkan anak

Tegur anak karena perlakuan nakalnya, bukan fokus pada sosok pribadi anak. Contohnya, “Kamu sangat nakal memukul teman sendiri saat bermain bersama,”. Alih-alih berkata demikian, yang lebih baik untuk diucapkan adalah misalnya, “Ibu sangat marah ketika kamu memukul temanmu sendiri, karena biasanya kamu adalah anak yang baik dan perhatian,”.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini