Kendala Perempuan Muda di NTT untuk Jadi Wirausaha

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 20:29 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 04 196 2138031 kendala-perempuan-muda-di-ntt-untuk-jadi-wirausaha-Y2yO3Uq391.jpg Tenun NTT (Foto : Okezone)

Isu kesetaraan gender hingga kini masih menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan. Salah satunya menyangkut kesempatan laki-laki dan perempuan untuk mewujudkan keinginannya. Tak bisa dipungkiri, jika masih ada perempuan yang tidak memiliki kebebasan yang sama dengan laki-laki untuk meraih mimpi.

Ada banyak faktor yang membuat perempuan mengalami kesulitan ketika hendak mewujudkan mimpinya seperti adat istiadat atau lingkungan sosial. Ambil contoh di Nusa Tenggara Timur (NTT). Di sana kesempatan untuk anak muda untuk meraih keinginannya terbilang kecil. Kalau pun ada akses yang lebih diutamakan adalah laki-laki karena dianggap sebagai kepala keluarga.

"Padahal kalau wanita punya kemampuan (untuk mewujudkan mimpi) kenapa enggak? Belum lagi tantangannya lingkungan sosial belum tentu mendukung. Saat ada anak perempuan yang ingin berwirausaha biasanya ditentang oleh orangtua," ujar Dina Mairawati selaku Manajer Program Pemberdayaan Ekonomi Kaum Muda Yayasan Plan International Indonesia, Rabu (4/12/2019).

Tenun Ikat

Selain lingkungan sosial, keterbatasan pengetahuan juga menjadi kendala bagi perempuan di NTT. Hingga saat ini di sana masih banyak yang beranggapan jika bidang usaha untuk perempuan hanya menjadi pengrajin tenun ikat. Padahal banyak lahan yang bisa dimanfaatkan oleh para perempuan untuk bertani.

"Banyak akses terbuka tapi hanya untuk orang dewasa bukan anak-anak muda. Untuk itu kami ingin melatih dan memberdayakan anak muda khususnya perempuan lewat keterampilan usaha dan fokus pertanian ramah lingkungan," ucap Dina.

Dirinya mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan The Body Shop yang memiliki kampanye Dream Big untuk memberikan pelatihan wirausaha di bidang pertanian kepada perempuan di NTT. Menyambut Natal, produk perawatan kecantikan tersebut meluncurkan rangkaian produk edisi terbatas yakni Rocket Gift. Apabila konsumen membeli produk tersebut, maka dirinya berdonasi sebesar Rp5 ribu untuk membantu pelatihan.

Tenun NTT

"Pelatihan ini fungsinya memperkuat peran perempuan di NTT. Kami melihat apa lagi yang bisa dilakukan, assesment gender menyangkut situasi di sana dan tantangan apa saja yang menghalangi anak muda perempuan di sana untuk eksplor," kata Dina.

Selain itu, akan ada pula kegiatan seperti community gathering yang melibatkan lingkungan sosial agar para perempuan mendapat dukungan dan akhirnya menjadi pengusaha mandiri. Rencananya akan ada ratusan perempuan muda yang mengikuti pelatihan.

Tenun NTT

"Dari sekian banyak itu nantinya akan dipilih beberapa orang untuk disupport agar bisnisnya bisa berkembang dengan baik," pungkas Dina.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini