PNS Tiru Gaya Milenial Boleh Kerja dari Rumah, Efektifkah?

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 22:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 04 196 2138062 pns-tiru-gaya-milenial-boleh-kerja-dari-rumah-efektifkah-Aj5myRQZzt.jpg PNS Kerja dari rumah, efektifkah? (Foto: Setkab)

Anak milenial cenderung bekerja tanpa perlu ke kantor. Pemerintah lewat Pegawai Negeri Sipil (PNS) pun mulai menerapkan cara anak milenial tersebut.

Ketika bekerja di rumah pastinya akan lebih membuat siapa saja semangat bekerja, serta waktunya fleksibel. Tapi, apakah bekerja dari rumah akan lebih efektif dan efisien bagi para PNS ya?

Ilustrasi PNS

Banyak ahli ikut berkomentar terkait adanya wacana ini. Ketika bekerja tak harus di kantor, pastinya ada sejumlah pertimbangan, seperti beradaptasi dengan budaya kerja milenial hingga teknologi terkini.

Para PNS pun harus mulai beradaptasi dengan teknologi. Ketika PNS kerja di rumah, tidak perlu lagi mengandalkan kerja manual. Karena harus ‘naik kelas’ mengandalkan sistem yang mumpuni.

Praktisi dan Konsultan Teknologi Nazim Machresa menuturkan, ada salah satu kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Teknologi ini dapat digunakan untuk membantu proses verifikasi atau persetujuan perizinan, hingga mencegah pungutan liar (pungli), seperti proses kerja manual.

"Penerapan teknologi AI pemerintahan ini dinilai sangat efektif dan efisien dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Nazim.

Ilustrasi teknologi AI

Meskipun nantinya bekerja di luar kantor, sambung Nazim, pasti PNS merasa tidak kerepotan. Karena ada basis data dan rekam jejak yang tersimpan dalam sistem.

Selain itu, teknologi ini dapat memudahkan integrasi antar lembaga dan elemen birokrasi. Khususnya dalam mempercepat proses layanan yang harus dilakukan di era sekarang.

Ilustrasi teknologi AI

Pada intinya, menurut Nazim, semua teknologi AI dapat bermanfaat untuk menjadi sahabat manusia. Tinggal bagaimana strategi transformasi yang mudah diterima masyarakat.

"Karena pada dasarnya, tanpa ada kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun perubahan akan tetap terjadi. Karena perkembangan teknologi tidak akan berhenti, seiring kebutuhan manusia juga terus meningkat," tutup Nazim.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini