nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Hewan Ini Bisa Hasilkan Kopi Nikmat dari Kotorannya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 13:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 04 298 2137844 5-hewan-ini-bisa-hasilkan-kopi-nikmat-dari-kotorannya-narkfjroem.jpg Luwak (Foto: Utami Riyani/Okezone)

Menyeruput kopi sambil menghirup udara segar di pagi hari tentu bisa menambah mood Anda sebelum menjalankan aktivitas. Anda bisa memilih aneka kopi yang bercitarasa khas sesuai dengan selera yang disukai, terlebih Indonesia termasuk dalam negara yang memiliki banyak pilihan kopi dengan rasa nikmat.

Kebanyakan kopi dipetik dari kebun sebelum diolah dengan melewati serangkaian proses panjang menggunakan alat-alat khusus berteknologi canggih. Namun ada pula kopi yang yang diambil dari kotoran hewan yang telah melewati proses fermentasi dari dalam lambung. Meski terlihat menjijikkan, namun rasa kopi yang dihasilkan terasa sangat nikmat dan bernilai sangat mahal.

Merangkum dari Home Grounds, Rabu (4/12/2019), berikut lima kopi nikmat yang dihasilkan dari kotoran hewan. Yuk disimak.

1. Civet Cat Poop Coffee (Kopi Luwak)

 Hewan

(Foto: Utami Riyani/Okezone)

Kopi luwak dikenal sebagai salah satu kopi termahal di dunia. Kopi luwak pertama kali ditemukan di Indonesia yang kini telah diproduksi di Filipina, Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi dan Timor Timur. Sesuai dengan namanya kopi ini berasal dari musang Indonesia yang masuk dalam keluarga Viverridae dan banyak dijumpai di Asia.

Para luwak ini seriang mucul di perkebunan kopi dan memakan biji kopi yang berbentuk merah merona seperti buah ceri. Selama proses pencernaan biji kopi tersebut bergerak melalui saluran pencernaan dan keluar seperti butiran kacang usai dicerna melalui proses fermentasi. Tinja luwak ini kemudian dipanen, dicuci, lalu dikeringkan. Setelah kering biji kopi ini ditumbuk, disortir dan dipanggang.

2. Monkey Poop Coffee (Kopi Monyet)

Meski namanya mirip dengan kopi luwak, namun proses pembuatan kopi monyet ini sangat berbeda. Monyet-monyet ini akan mengunyah dan memuntahkan biji kopi berwarna merah yang menyerupai buah ceri. Kopi monyet ini terkenal di Chikmagalur, India. Perkebunan kopi sengaja diletakkan dekat dengan hutan yang dekat dengan habitat alami monyet.

Monyet dari jenis Rhesus cenderung suka mencari biji kopi yang paling matang dan paling manis yang berkualitas tinggi dari setiap tanaman. Mereka akan mengunyahnya dengan santai sebelum kembali memuntahkannya. Nantinya ludah kopi yang dimuntahkan monyet akan secepatnya dipanen dan dibilas sebelum diproses menuju tahap lebih lanjut.

 Hewan

3. Black Ivory/Elephant Poop Coffee (Kopi Gajah)

Kopi gajah yang sangat terkenal bernama Black Ivory. Black Ivory sendiri adalah nama perusahaan kopi yang ada di Golden Triangle Asian Elephant Foundation di Chiang Saen, Thailand Utara. Kopi gajah ini pertama kali dibuat menggunakan gajah asli Thailand di Ban Taklang, Surin, Thailand. Proses pembuatan kopi ini sama persis dengan Kopi luak yang memanfaatkan kotorannya untuk diolah.

Biji kopi yang berwarna merah seperti ceri akan diberikan kepada para gajah dan dicampurkan dengan makanan lainnya seperti pisang dan nasi sebagai menu makanan diet seimbang. Ketika sang gajah mulai buang air besar, maka para petani kopi bersiap untuk memanen sisa kopi yang terbuang bersama kotoran yang dikeluarkan.

4. Wild Bat Shit Coffee (Kopi Kelelawar)

Kopi selanjutnya berasal dari kotoran kelelawar yang berasal dari spesies Artibeus Jamaicensis. Ini adalah spesies kelelawar yang mendiami hutan di sekitar kebun kopi Coffea Diversa di wilayah selatan Brunca, Kosta Rika. Kelelawar ini akan mengunyah secara perlahan biji kopi yang baik. Mereka akan menggunakan giginya yang tajam untuk merobek kulit luar untuk mendapatkan gula yang terkandung di dalamnya.

Ceri yang dikonsumsi akan berinteraksi dengan asam lambung dari para kelelawar dan menghasilkan kualitas kopi yang sangat baik. Setelah kotoran dikeluarkan, sisa biji kopi tersebut langsung diolah melalui proses yang panjang.

5. Bird Poop Coffee (Kopi Burung)

Proses pembuatan kopi burung sama memanfaatkan kotoran yang dikeluarkannya. Kopi burung ini pertama kali dipanen di peternakan Henrique Sloper di Camocim, Brasil. Henrique Sloper mendapatkan ide pada 2009 pagi hari ketika ia melihat invasi burung di kebun kopinya.

Ia duduk dan menyaksikan burung-burung tersebut melahap biji kopi berwarna merah seperti ceri yang lezat dan matang. Melihat hal tersebut, Sloper langsung berinisiatif untuk mengolah kotoran burung tersebut menjadi kopi eksklusif dengan cita rasa yang tinggi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini