Rajin Sikat Gigi Turunkan Risiko Gagal Jantung, Berapa Kali Sehari?

Ummu Hani, Jurnalis · Kamis 05 Desember 2019 04:25 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 04 481 2137953 rajin-sikat-gigi-turunkan-risiko-gagal-jantung-berapa-kali-sehari-ngwQg7UZ0j.jpg Ilustrasi (Foto : Dailymail)

Orang Indonesia lebih berpotensi mengalami sakit gagal jantung akibat pola makan dan gaya hidup yang kurang teratur. Kebanyakan dari mereka tidak memerhatikan kandungan dari bahan makanan yang dikonsumsi setiap harinya.

Seperti konsumsi garam seharusnya tidak lebih dari 2 gram perharinya sedangkan orang Indonesia mengonsumsi 15 gram setiap harinya. Begitupun dengan konsumsi gula dan lemak yang seharusnya dibatasi 50 gram dan 67 gram. Orang Indonesia mengonsumsi lebih dari itu setiap harinya yang meningkatkan risiko penyakit, termasuk gagal jantung.

Gagal Jantung

Tentu saja kandungan yang berlebihan tersebut menyebabkan kebersihan mulut tidak terjaga sehingga kesehatan mulut akan terganggu. Kebersihan mulut yang buruk dapat meningkatkan bakteri dalam darah dan menyebabkan peradangan dalam tubuh. Peradangan meningkatkan risiko atrial fibrilasi (detak jantung tidak teratur) dan gagal jantung.

Menurut penelitian yang diterbitkan European Journal of Preventive Cardiology, menyikat gigi dapat mengurangi risiko fiblirasi atrium dan gagal jantung. Menyikat gigi tiga kali sehari mampu membersihkan bakteri dalam biofilm subgingiva (bakteri yang hidup di antara gigi dan gusi) yang menghalangi aliran darah sehingga mengurangi 10% risiko atrial fibrasi dan mengurangi 12% risiko gagal jantung.

Sikat Gigi

Penelitian tersebut berdasarkan faktor usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi, pola makan, indeks massa tubuh dan komorbiditas seperti hipertensi. Studi kohort retrospektif meneliti hubungan antara kebersihan mulut dengan terjadinya dua kondisi tersebut.

Sebanyak 161.286 peserta Sistem Arsuransi Kesehatan Nasional Korea, yang berusia 40-79 tahun, tidak ada riwayat fibrilasi atrium dan gagal jantung. Mereka menjalani pemeriksaan medis rutin pada 2003 dan 2004, berupa pengecekkan tinggi badan, berat badan, tes laboraturium, penyakit, gaya hidup, kesehatan mulut dan kebersihan mulut. Dikutip dari Thehealthsite, Kamis (5/12/2019).

“Kami mempelajari kelompok besar dalam jangka waktu yang lama, untuk menguatkan temuan kami,” ujar salah satu peneliti, Dr. Tae-Jin Song dari Ehwa Womans University, Seoul, Korea Selatan.

Sikat Gigi

The Oral Health Foundation, menyarankan untuk menyikat gigi terutama pada malam hari dan setidaknya satu kali pada siang hari. Selain itu sikat gigi juga harus diganti setiap dua hingga tiga bulan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini