nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beternak Belatung untuk Urai Sampah organik, Ternyata Banyak Manfaatnya Loh!

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 11:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 04 612 2137751 beternak-belatung-untuk-urai-sampah-organik-ternyata-banyak-manfaatnya-loh-2cWz3c9IxE.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERSOALAN sampah memang menjadi permasalahan serius di belahan dunia memiliki berbagai persoalan kompleks di bidang sosial serta lingkungan. Salah satunya masalah sampah yang kian menjadi isu lingkungan, termasuk di Indonesia.

Berdasarkan data penelitian dari Sustainable Waste Indonesia pada tahun 2018, 65 juta ton sampah yang dihasilkan di Indonesia setiap tahun. Lalu sekira 15 juta ton tidak dikelola dengan baik, sehingga mencemari ekosistem dan lingkungan.

Sementara itu, Data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, produksi sampah di Jakarta sekira 7.800 ton setiap hari. Semua dialihkan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi

Situasi ini memicu pergerakan dan mendorong lahirnya berbagai kelompok sosial di negara ini.

Situasi ini memicu pergerakan dan mendorong lahirnya berbagai kelompok sosial di negara ini. Maka itu, masyarakat harus pintar mengolah limbah sampah organik, serta mendaur ulang sampah plastik.

Kepala Unit Tempat Pengelola Sampah Terpadu Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto menuturkan, jumlah ini membuat banyak kalangan resah. Adapun jenisnya paling banyak yakni sampah organik maupun sampah plastik yang bisa diolah.

"Sampah organik berada di angka 55-60 persen. Kami kesulitan mengelola sampah tersebut, karena kalau diambil petugas kondisinya sudah tercampur semua," kata Asep.

Pendiri Nyampah Corporation Abu Muslim Aljauhari menambahkan, sebenarnya banyak teknik yang dipakai untuk mengolah limbah organik. Misalnya saja melalui pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF). "Langkah ini diyakini mampu melindungi lingkungan dengan mengurangi ratusan kilogram sampah organik," kata Aal.

Menurut Aal, larva bisa dipanen sebagai makanan kaya protein namun murah bagi pakan ternak. Pastinya limbah ini lebih bermanfaat daripada didiamkan saja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

 Pastinya limbah ini lebih bermanfaat daripada didiamkan saja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Selain itu ada juga penggunaan teknik Zero Waste. Teknik ini memanfaatkan residu sampah sebagai pupuk organik. Teknik tersebut sudah diterapkan di Malang dan Surabaya untuk sementara waktu. Karena kreatifitasnya itu, dia pun mendapatkan Penghargaan Young Social Entrepreneurs (YSE) dari Singapore International Foundation (SIF).

lalat jenis Black Soldier Fly memiliki sifat yang berbeda dari lalat biasanya yang ditemui di tempat sampah.

Jika lalat pada umumnya hinggap di makanan untuk makan dan meninggalkan kotoran, lalat Black Soldier Fly tidak membutuhkan makanan melainkan hanya minum saja.

Masa hidupnya pun tidak lama, hanya 45 hari. Setelah dewasa, maka lalat tersebut akan kawin kemudian yang jantan akan langsung mati. Sementara untuk lalat betina akan mati setelah mengeluarkan telurnya

Menurut Aal, program ini pasti berdampak baik untuk lingkungan Indonesia. Selain itu, menginspirasi anak muda dalam mengelola limbah sampah organik.

"Langkah ini juga dapat memberikan kesempatan untuk membangun hubungan yang baik, serta menginspirasi anak muda agar membawa perubahan di negara-negara lain," pungkas Aal.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini