nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demam Baju Second di Malaysia, Busana Vintage Makin Hits bagi Milenial!

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 05 Desember 2019 10:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 05 194 2138200 demam-baju-second-di-malaysia-busana-vintage-makin-hits-bagi-milenial-jT3SG1YJd5.jpg Fashion Vintange. (Foto: Foto: Okgo)

TREN fesyen akan selalu berputar, jika puluhan tahun lalu pernah menjadi tren. Sekarang, bisa saja tiba-tiba muncul kembali dan banyak digemari.

Tengok saja Malaysia, yang tengah ramai dengan gaya busana klasik vintage. Gaya busana tahun 70-80 ini memang sedang begitu populer di kalangan generasi milenial, para pencinta muda dunia fesyen.

Bukan hanya gaya busana vintage tersebut tenar di kalangan anak muda Malaysia, tapi anak-anak muda di Malaysia juga giat mempromosikan konsep sustainable fashion. Persebaran ini pun tidak bisa lepas dari peran media sosial seperti Instagram.

Instagram memang memainkan peranan besar dalam mengubah fokus para pencinta fesyen di Malaysia, yang tadinya lebih condong ke konsep high-end fashion dari desainer-desainer rumah mode dunia, menjadi busana-busana vintage pre-loved klasik.

Tapi, untuk mendapatkan koleksi busana-busana vintage, para pemilik toko baju vintage harus membeli busana-busana vintage dalam jumlah partai besar, yang biasanya dibeli dari Jepang.

biasanya mudah ditemukan di kawasan Kuala Lumpur, contohnya seperti Jalan-Jalan Japan.

Sesampainya di Malaysia, baru dipajang secara terbuka dalam rak gantungan (rails) sehingga para konsumen bisa leluasa memilih. Di Malaysia sendiri, toko-toko baju vintage biasanya mudah ditemukan di kawasan Kuala Lumpur, contohnya seperti Jalan-Jalan Japan.

Salah satu yang aktif menampilkan baju-baju vintage adalah Okgo, yang awalnya dari keisengen untuk menampilkan kejayaan fesyen klasik.

Bermula dari Instagram sekira tiga tahun lalu oleh duo pemburu baju-baju vintage, Zamir Alif dan Shakira Idora. Kala itu, mereka memiliki misi memperkenalkan fesyen klasik kepada masyarakat yang lebih luas lagi.

Keduanya mengaku menemukan barang-barang vintage yang unik dan penuh karakter dari Jepang pada 2016 silam. Barang-barang ini kemudian menginspirasi keduanya untuk membawa vintage fashion ini ke Malaysia.

Kini di Okgo, keduanya menghadirkan item-item fesyen vintage yang penuh estetika dan trendi. Mulai dari jaket shell suit era 80-an, work jackets, vintage denim hingga kemeja dan kaus printed.

Menurut mereka, kini pola pikir para generasi muda-milenial di Malaysia tentang fesyen sudah mengalami perubahan. Anak muda Malaysia pun sudah blak-blakan berkata mereka senang berbelanja di toko baju second.

Malaysia pun sudah blak-blakan berkata mereka senang berbelanja di toko baju second.

“Pemikirannya sekarang sudah berubah banyak. Anak-anak sekarang ya belanja di toko baju baru dan juga di toko baju bekas. Memang sih masih ada kultur di kalangan generasi baby Boomers yang menentang konsep pakaian-pakaian vintage-second ini. Tapi sudah mulai berkurang kok,” ungkap Zamir dan Shakira, seperti dikutip Southchinamorningpost.

Namun, di tengah pertentangan yang datang dari generasi baby boomers, nyatanya minat dan kecintaan akan fesyen vintage dan konsep sustainable shopping di kalangan milenial makin meningkat.

Senada dengan Amir dan Shakira, pemilik toko pakaian vintage, Berwick St Vintage, Sulochana R, memandang kini sikap para konsumen di Malaysia secara gambaran umum berubah menjadi lebih positif terhadap konsep fesyen vintage.

“Saya merasa attitude terhadap fesyen vintage dari para konsumen secara umum menjadi lebih positif. Sebab mereka melihat ada cara untuk lebih bertanggung jawab dalam hal berpakaian secara lingkungan. Dengan bonus terlihat trendi dan modis, terimkasih kepada media sosial.

Sebagai salah seorang pelaku industri fesyen vintage, perempuan yang biasanya mengumpulkan item-item fesyen vintage dari Oscar de La Renta, Chanel, Valentino dan Roland Mouret ini mengungkapkan memang pada kenyataannya tidak mudah untuk berkompetisi bersaing dengan lini-lini busana high-end dan juga lini streetstyle yang sudah besar namanya.

Walau begitu, Sulochana tetap bersemangat untuk mencoba, karena fesyen vintage punya daya tarik yang unik. Salah satu contohnya, kesempatan untuk tidak sengaja “kembaran” mengenakan setelan busana yang sama dengan orang lain di muka umum itu kecil adanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini