nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Yuk Ajarkan Anak Bilang Ya dan Tidak, Banyak Keuntungannya Loh

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 05 Desember 2019 12:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 05 196 2138259 yuk-ajarkan-anak-bilang-ya-dan-tidak-banyak-keuntungannya-loh-K4AW6ZDTXt.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEJAK dini, anak-anak perlu mendapatkan penanaman nilai-nilai soal kehidupan. Salah satunya mengenai meminta persetujuan. Meskipun terlihat sederhana, pilihan 'ya' atau 'tidak' ternyata memiliki dampak yang cukup besar loh.

Terbiasa dengan persetujuan, membuat anak-anak bisa terdorong melakukan sesuatu atau melindungi dirinya. Persetujuan membuat anak belajar mengenai hal-hal yang membuatnya merasa aman dan nyaman. Anak pun perlu mengetahui bahwa mereka memiliki kekuatan untuk mengatakan ya atau tidak.

Selain itu, anak-anak juga perlu menyadari pentingnya persetujuan dalam hidup. Apabila orangtua gagal mengajarkan hal ini, tidak menutup kemungkinan timbulnya dampak buruk pada anak. Salah satu contohnya adalah anak kesulitan mengekspresikan perasaannya.

 Salah satu contohnya adalah anak kesulitan mengekspresikan perasaannya.

Melansir Pink Villa, ada beberapa alasan pentingnya mengajarkan persetujuan pada anak. Pertama, membantu anak memahami emosi dengan lebih baik dan lebih peka terhadap diri sendiri. Hal ini membuat anak belajar empati.

Kedua, anak perlu mengetahui bahwa ada beberapa aturan yang tidak boleh dilanggar dan tidak ada jalan untuk kembali ketika sudah mengambil keputusan. Memahami persetujuan akan membantu anak memutuskan dan menetapkan batasan yang dibutuhkan setiap orang.

Selain itu, penting untuk mengajarkan anak pentingnya meminta persetujuan dan cara melakukannya. Karena itu, membantu anak memahami arti ruang pribadi bisa membuat persetujuan, dan memungkinkan mereka untuk menentukan batasan privasi.

Persetujuan, merupakan cara anak belajar memperlakukan pasangannya di masa depan. Tentu tidak ada seorang pun yang ingin menjalin hubungan dengan pasangan yang tidak memahami persetujuan. Anak perlu tahu cara meminta izin kepada pasangannya.

Dengan demikian, anak pun bisa belajar cara mendengar dan menerima kata 'tidak'. Hal ini penting bagi anak, agar mereka bisa memahami bila tidak semua keinginannya bisa terpenuhi. Mereka juga harus memikirkan orang lain karena dalam hidup semua tidak semata-mata tentang dirinya.

Mereka juga harus memikirkan orang lain karena dalam hidup semua tidak semata-mata tentang dirinya.

Dengan memahami konsep persetujuan, maka anak bisa mengetahui situasi ketika orang lain mungkin dalam kesulitan, dan membutuhkan bantuan. Hal ini membuat mereka menjadi orang yang peka terhadap lingkungan sekitar.

Selain itu, persetujuan juga mengajarkan anak akan hal-hal buruk, yang harus mereka hindari dan tidak boleh dilakukan. Tentu setiap orangtua tidak ingin anaknya menjadi penjahat atau melakukan hal negatif lainnya.

Terakhir, persetujuan juga mengajarkan anak menghargai orang lain tak peduli apapun jenis kelaminnya. Hal ini membantu mengajarkan anak tentang kesetaraan gender.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini