nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Salju Abadi hingga Memiliki Ratusan Jenis Burung, Ini Pesona Taman Nasional Laurentz

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 05 Desember 2019 14:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 05 406 2138284 salju-abadi-hingga-memiliki-ratusan-jenis-burung-ini-pesona-taman-nasional-laurentz-1TYFF0PNNs.jpg Pesona Taman Nasional Lorentz (Foto: Indonesia Toursim)

GOOGLE Doodle sempat merayakan hari jadi Taman Nasional Lorentz yang terletak di Provinsi Papua, Indonesia Rabu, Desember 2019. Mereka menampilkan gambar berupa seekor burung dan pemandan alam yang sangat indah.

Gambar tersebut sedikit banyak telah mewakili pesona Taman Nasional Lorentz yang diketahui menyimpan segudang keindahan alam. Mengutip laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kawasan Taman Nasional Lorentz (TN Lorentz) terletak di bagian Tengah-Selatan Papua dengan luas mencapai 2,4 juta hektar.

Saking luasnya, TN Lorentz termasuk di dalam 10 Kabupaten Provinsi Papua yaitu Kabupaten Mimika, Kabupaten Paniai, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Ndua dan Kabupaten Asmat.

 Peta Taman Nasional Lorentz

Kawasan ini membentang pada gletser khatulistiwa di jajaran pegunungan tinggi di Asia Tenggara, melalui spektrum lengkap ekosistem mulai dari ekosistem pesisir pantai sampai mirip  Pegunungan Alpen.

Pada sisi sebelah Utara dari TN Lorentz terbentang jajaran pegunungan tinggi di Pulau Papua yang menjadikan kawasan ini memiliki kekayaan alam unik dan langka di dunia.

Letak dan keunikan alam inilah yang menjadikan TN. Lorentz sebagai kawasan konservasi dengan ekosistem terlengkap di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Taman Nasional ini juga di kenal sebagai benteng terakhir yang memiliki hutan belantara.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pesona dan cara mengunjungi Taman Nasional Lorentz, berikut Okezone rangkumkan ulasan lengkapnya.

Salju abadi

 Taman nasional lorentz

Meski Indonesia dikenal sebagai negara beriklim tropis, di TN Lorentz wisatawan bisa menyaksikan secara langsung salju abadi.

Bila dilihat dari keragaman ekosistem, Taman Nasional Lorentz memang mencakup seluruh tipe ekosistem utama yang ada di Papua, mulai dari ekosistem perairan laut, ekosistem pesisir, ekosistem hutan pantai, ekosistem alpin, dan ekosistem pegunungan salju abadi.

Seluruh ekosistem itu berada di ketinggian antara 0 - 4.884 mdpl, dengan puncak tertinggi Cartenz dan salju abadinya. Namun sayang, salju ini diklaim sudah tidak abadi lagi dan semakin menipis seiring terjadinya pemanasan global.

Memiliki lebih dari 630 jenis burung

 Satwa Endemik

Jenis-jenis satwa yang telah diidentifikasi di Taman Nasional Lorentz kurang lebih mencapai 630 jenis burung (70 % dari burung yang ada di Papua) dan 123 jenis mamalia. Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini ada dua jenis kasuari, empat megapoda megapoda, 31 jenis merpati, 30 jenis kaktua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, 20 jenis endemik di antaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx).

Sementara untuk Satwa mamalia tercatat antara lain babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii) babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, kangguru pohon.

Beragam tumbuhan

 Taman nasional lorentz

Taman Nasional Lorentz memiliki 34 tipe vegetasi di antaranya hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang, hutan hujan lahan datar atau lereng, hutan hujan pada bukit, hutan kerangas, hutan pegunungan, padang rumput, dan lumut kerak.

Jenis-jenis tumbuhan di taman nasional ini antara lain nipah (Nypa fruticans), bakau (Rhizophora apiculata), Pandanus julianettii, Colocasia esculenta, Avicennia marina, Podocarpus pilgeri, dan Nauclea coadunata.

Akses transportasi

Lorentz ditunjuk sebagai taman nasional pada tahun 1997, sehingga fasilitas atau sarana untuk kemudahan pengunjung masih sangat terbatas, dan belum semua objek dan daya tarik wisata alam di taman nasional ini telah diidentifikasi dan dikembangkan.

Namun, bila tertarik mengunjungi, Anda bisa berangkat dari kota Timika ke bagian Utara kawasan menggunakan penerbangan perintis, dan ke bagian Selatan menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Sawa Erma. Setrlah itu dilanjutkan dengan jalan setapak ke beberapa lokasi.

Dari kota Wamena ke bagian selatan kawasan menggunakan kendaraan mobil menuju Danau Habema, dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Puncak Trikora.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini