Share

Lalapan Diduga Jadi Sumber Penyakit Hepatitis A di Depok

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 05 Desember 2019 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 05 481 2138211 lalapan-diduga-jadi-sumber-penyakit-hepatitis-a-di-depok-v1AZ9a3p3e.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

WABAH hepatitis A yang melanda SMU 20 Depok, Jawa Barat membuat banyak masyarakat di sekitarnya menjadi ketar-ketir. Warga menjadi khawatir dalam memilih bahan makanan yang hendak dikonsumsinya, karena takut tertular virus hepatitis A yang telah berstatus sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Ketua Umum PB Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, Dr. dr, Irsan Hasan, Sp.PD, KGEH mengimbau masyarakat untuk lebih higienis. Pasalnya, virus hepatitis A ini sangatlah unik karena kebal dalam beberapa kondisi dan mampu bertahan hidup dalam tubuh manusia

“Virus ini kalau masuk, masuknya kan lewat mulut, tertelan masuk ke lambung. Lambung itu kan asam. Tapi hebatnya virus hepatitis A tahan terhadap asam dan dingin. Di dalam es pun dia bisa hidup. Sayangnya virus ini tidak tahan pada panas,” terang dr. Irsan.

Dokter Irsan pun mengaitkan karakteristik virus hepatitis dengan kebiasaan orang Jawa Barat (Sunda) yang hobi mengonsumsi lalapan. Ia memprediksi, konsumsi lalapan bisa menjadi sarana paling berpotensi dalam penyebaran virus hepatitis A di masyarakat.

hepatitis

Dengan sifat virus hepatitis A tidak tahan terhadap panas, maka virus tersebut paling mudah menyebar lewat lalapan. Pasalnya, lalapan akan dimakan secara langsung dan tidak melalui proses pemasakan. Akibatnya, potensi terjangkit hepatitis A akan semakin besar jika lalapan tidak dibilas dengan benar.

“Susahnya orang Jawa Barat kan hobi makan lalapan. Mana ada lalapan digoreng? Jadi ini ada potensi menyebar. bahkan bukan hanya di Indonesia, di Amerika pun masih ada kejadian ini. Biasanya mereka kaitkan dengan salad, dengan sayuran-sayuran segar,” lanjutnya.

Tidak hanya dari bahan makanan yang terkontaminasi. Penyebaran hepatitis A juga bisa menular dari berbagai macam peralatan makan. Dalam kasus seperti ini biasanya media air yang tercemar menjadi sumber utamanya.

“Bisa juga dari air yang tercemar seperti kasus di Pacitan. Kalau air yang terkontaminasi dipakai untuk mencuci gelas dan piring lalu menempel di situ, maka virus hepatitis A bisa menyebar dengan sangat mudah. Jadi air bisa menjadi media penyebaran hepatitis A,” tuntasnya.

KLB Hepatitis A yang menyerang Depok, Jawa Barat masih menjadi perhatian utama masyarakat. Pasalnya, kasus tersebut menyerang ratusan orang dalam waktu yang cukup singkat.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Anung Sugihantono, M.Kes, mengatakan ada setidaknya 262 kasus Hepatitis A yang terjadi pada SMU 20 hingga 3 Desember 2019.

Dirjen Anung mengatakan Kementerian Kesehatan pertama kali menerima laporan tentang KLB Hepatitis A di Depok pada 21 November 2019.

hepatitis

Setelah diselidiki, ternyata kasus yang terjadi di Depok ini sangat mirip dengan KLB Hepatitis yang sebelumnya menimpa Pacitan. Selain itu, penyebab utama terjadinya penyebab utama KLB Hepatitis A di depok juga telah menemukan titik terang.

Menurut Anung, penyebaran Hepatitis A di Depok bukanlah disebabkan oleh para siswa, namun seseorang yang bekerja di sekolah tersebut. Tapi, orang tersebut bukanlah pengajar, maupun tenaga Pendidikan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini