nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Media Sosial Bikin Ibu-Ibu Milenial Alami Kecemasan dan Galau, Kenapa?

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 05 Desember 2019 16:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 05 481 2138377 media-sosial-bikin-ibu-ibu-milenial-alami-kecemasan-dan-galau-kenapa-CIaJPcmrRU.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Media sosial di era digital yang sangat berkembang pesat seperti sekarang, hadir bak dua sisi mata uang. Bisa sangat bermanfaat, namun juga bisa berdampak negatif, sehingga menjadi pemicu timbulnya kecemasan dan kegalauan. Salah satu contohnya di kalangan ibu-ibu milenial atau biasa disebut mamah-mamah muda.

Tahukah Anda, data menyebutkan sekitar 44 persen ibu mengaku cemas atau cemburu melihat kehidupan ibu lain di media sosial. Ibu-ibu milenial ini membandingkan status keuangan, pola pengasuhan anak, dan level kebahagiaan sehingga memicu kecemasan.

Main Hp

Ya, kemudahan mendapatkan banyak informasi di era digital dari berbagai sumber memicu kebingungan bagi para ibu milenial. Di samping itu, ada kecenderungan ibu untuk membandingkan status keuangan, pola pengasuhan, dan mengukur level kebahagiaan ibu lain lewat media sosial dengan para ibu Iain, sehingga menimbulkan keraguan apakah upaya yang dilakukan sudah tepat.

Akhirnya, seperti dijelaskan oleh psikolog anak, Saskhya Aulia Prima semua kondisi ini menimbulkan yang disebut dengan Paradox of Choice. Ini merupakan kondisi seseorang mengalami kebingungan dalam mengambil keputusan akibat terlalu banyak informasi.

Ibu Pusing

“Berbagai macam kegelisahan mudah ditemui pada ibu milenial, khususnya mengenai tiga hal. Pertama finansial, dua yakni kedekatan emosi dengan anak, lalu yang ketiga adalah tentang kesehatan keluarga. Pesatnya perkembangan teknologi dianggap mempermudah pencarian jawaban atas kegelisahan mereka, namun di sisi lain muncul fenomena Paradox of choice atau kebingungan pengambilan keputusan akibat terlalu banyak ketersediaan informasi, yang malah bisa meningkatkan kecemasan ibu,” ungkap Sashkhya saat ditemui Okezone, Kamis (5/11/2019) dalam acara “MyBabyMomversity” di kawasan Sudirman, Jakarta.

Untuk menyikapi Paradox of Choice ini, dituturkan Sashkya, sebenarnya tidaklah sulit. Langkah konkritnya ialah fokus pada konsep “less is more”. Mengkurasi alias memilah-milih, mana informasi yang patut diserap dan mana yang tidak agar tidak menimbulkan kebingungan bagi diri sendiri sebagai orangtua.

Main Hp

“Banyak pilihan makin bingung, gunakanlah konsep “Less Is More”, perkecilah pilihan dalam mencari jawaban. Sebagai ibu kita harus ingat, belum tentu pengalaman ibu-ibu lain itu sama ya jangan digeneralisasi. Boleh juga kalau memang butuh waktu, turn off dulu dari sosial media. Dilihat juga daftar follow, ditambah variasinya. Jangan cuma lihat ke atas, lihat ke bawah juga samping kanan dan kiri. Prinsip ”Less is More" adalah cara terbaik dalam memperkecil opsi pemecahan masalah sekaligus menurunkan kecemasan,” pungkas Saskhya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini