nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Yuk Belajar Buat Cocktail Sendiri di Rumah, Pas untuk Habiskan Weekend

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 06 Desember 2019 15:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 06 298 2138705 yuk-belajar-buat-cocktail-sendiri-di-rumah-pas-untuk-habiskan-weekend-G5m57lMpBS.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MINUMAN di kafe atau bar kadang kala memang membuat kita kangen. Entah itu karena cita rasa yang menggiurkan, maupun presentasi yang menakjubkan. Namun sebenarnya, pelanggan juga bisa membuat sendiri minuman yang ditemui di kafe atau bar.

"Sebenarnya kalau mau bikin (minuman di kafe) di rumah itu bisa banget. Dengan bahan baku yang tersedia seperti air garam atau air gula, pelanggan bisa berkreasi. Tinggal masalah rasio penggunaannya saja," ujar Sendy Djaja selaku R & D Manager Djournal kepada Okezone.

Menurut Sendy, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bila ingin membuat minuman kafe atau bar di rumah. Pertama, konsep minuman yang ingin dibuat. Kedua, rasa yang ingin dikembangkan dari minuman tersebut.

"Contoh, konsepnya ingin minuman yang menggunakan biskuit. Untuk mengembangkan rasa bisa ditambah dengan cinnamon dan soft liquid sehingga rasanya menjadi balance. Ketika diminum jadinya ada percampuran rasa, ada sweet tapi ada sedikit salty juga," kata Sendy.

Ketika diminum jadinya ada percampuran rasa, ada sweet tapi ada sedikit salty juga,

Perpaduan rasa juga tidak bisa dilakukan secara asal, perlu melihat jenis minumannya. Contoh dari bahan biskuit ingin dibuat menjadi cocktail berarti ada penambahan alkohol. Tidak semua alkohol bisa dipadukan dengan biskuit tergantung dari rasanya.

"Kalau bahan bakunya biskuit, dicampur Daily's masih cocok karena creamy. Pakai Scotch juga masih cocok, tapi harus yang manis. Alkohol yang kurang cocok itu Tequilla karena rasanya spicy sedangkan biskuit manis, rasanya bisa nabrak," kata Sendy.

Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah proses pembuatan. Untuk membuat cocktail atau latte terkadang dibutuhkan teknik shaking. Tekniknya harus benar agar semua bahan baku tercampur dengan baik.

"Kalau cocktail biasanya mau cari percampuran antara semua bahan dan pelarutan biar ketika diminum alkoholnya pas. Apabila shake terlalu cepat, es batu yang lumer sedikit, jadi pas diminum alkohol lebih strong. Padahal ada yang suka, ada yang tidak, jadi harus cari tengahnya," kata Sendy.

Sedangkan untuk latte, biasanya teknik shaking tidak terlalu sulit seperti cocktail.

Sedangkan untuk latte, biasanya teknik shaking tidak terlalu sulit seperti cocktail. Untuk mendapatkan rasa yang sempurna, sebaiknya shake kencang agar terjadi percampuran antara biskuit, susu, dan cairan lainnya. Berbicara tentang teknik shaking, Sendy mengungkapkan teknik yang tepat.

"Teknik shaking yang bagus itu isi es batu di shaker yang kecil sampai full. Lalu tutup dan mulai shaking, arahnya bisa atas bawah, kanan kiri, atau maju mundur. Terserah saja, yang penting adalah es batunya mengenai ujung ke ujung supaya terjadi pencampuran rasa," kata Sendy.

Durasi shaking juga tergantung selera pelarutan minuman. Apabila ingin minumannya encer, maka waktu shaking lebih lama agar es ikut mencair. Namun jika tidak sebaliknya.

"Setelah selesai shaking, lihat bagian bawah dan atas shaker, biasanya frozen, ada embunnya. Semakin frozen semakin bagus karena artinya es batu kena semua," ujar Sendy.

Setelah selesai mencampurkan minuman, tahap terakhir adalah menghias. Sediakan garnish pendukung agar tampilan minuman semakin menarik. "Garnishnya tentu harus sesuai dengan jenis minuman. Saat menghias bebas saja, sesuai kreativitas," pungkas Sendy.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini