nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Bintang Puspayoga Apresiasi Upaya Pemkot Surabaya Penuhi Hak Anak

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 09 Desember 2019 15:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 09 196 2139697 menteri-bintang-puspayoga-apresiasi-upaya-pemkot-surabaya-dalam-penuhi-hak-anak-YetF366baB.jpeg Menteri Bintang Puspayoga (Foto : Pradita/Okezone)

Bagi sebagian orang, kehadiran anak-anak ‘bermasalah’ dianggap sebagai suatu hal yang mengganggu. Padahal, kita sebagai salah satu elemen dari masyarakat harus merangkul anak-anak jalanan, putus sekolah, dan masalah lainnya agar mereka bisa mendapatkan hak dan menjalani kewajibannya. 

Berupaya untuk membina anak-anak penyandang masalah kesejahteraan ini, agar tidak kembali menjadi anak-anak bermasalah inilah yang tengah digiatkan oleh pemerintah kota Surabaya, melalui hadirnya Pondok Sosial Kampung Anak Negeri.

Pondok Sosial Kampung Anak Negeri sendiri diketahui sebagai salah satu bagian dari Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Dinas Sosial Kota Surabaya dalam membina anak-anak jalanan, anak putus sekolah, hingga anak-anak dengan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dengan rentang usia tujuh hingga 18 tahun.

Pengemis

(Foto : Ilustrasi/dok.Okezone)

Binaan yang tentunya dilakukan tidak hanya terbatas pendidikan secara formal, namun juga pengembangan minat dan bakat hingga anak-anak itu mampu untuk mandiri.

Pemerintah pusat, melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kemen PPPA yang digawangi oleh Menteri Bintang Puspayoga mengaku, sebagai Menteri PPPA sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah kota Surabaya, dalam usahanya untuk memenuhi hak-hak anak Indonesia. Sebab sejatinya, pemenuhan hak anak dan perlindungan anak tidak terbatas pada siapa dan dari mana anak itu berasal, anak-anak jalanan, anak putus sekolah, hingga anak-anak bermasalah juga mempunyai hak yang sama.

“Kami sangat mengapresiasi setinggi-tingginya. Ini merupakan suatu pola yang terkonsep dengan baik dari hulu ke hilir dalam hal membina anak-anak bermasalah. Pola yang dipakai tetap mengacu pada pendidikan, pendampingan, pengembangan minat dan bakat, serta kewirausahaan,” ujar Bintang Puspayoga, saat ditemui Okezone, Minggu 8 12 Desember di Surabaya.

Menteri Bintang Puspayoga

Dengan program pembinaan yang ada, anak-anak tersebut diajari berbagai macam keterampilan yang mana sangat bisa membantu wirausaha untuk bisa digunakan dalam menjalani kehidupan mandiri sebagai orang dewasa nantinya.

Mulai dari cuci motor, pembuatan ayam geprek, servis ponsel, membuat produk minuman tradisional kunir asam yang bisa dipasarkan ke hotel dan perkantoran. Dengan ini, diharapkan ke depannya anak-anak bisa hidup mandiri dan mereka bisa mendapatkan tambahan uang saku dari hasil berwirausaha.

Dalam kesempatan yang sama, Bintang juga mengungkapkan dengan melihat langsung bentuk nyata pembinaan pada anak-anak secara total di Surabaya. Ia menilai, selain Surabaya bisa jadi role model bagi daerah-daerah lain, namun juga secara langsung melihat tidak ada ruang kosong untuk anak yang ditinggalkan di kota ini.

Menteri Bintang Puspayoga

“Semakin saya lama di Surabaya semakin banyak saya melihat bahwa tidak ada ruang-ruang kosong yang ditinggal oleh Bu Risma. Pemanfaatan ruang dan kesempatan pada semua lini diberdayakan oleh Pemkot Surabaya mulai dari anak, perempuan, sampai lansia. Kami berharap agar apa yang dilakukan di Pemkot Surabaya ini akan menjadi contoh bagi kota lain di Indonesia, sebab hal ini juga menjadi upaya mendukung kebijakan yang ada di pemerintah pusat, terutama terkait perempuan dan anak," tutup Menteri Bintang.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini